Powered By Blogger

Jumat, 25 November 2011

Aspek Desain Official Website untuk Pemerintahan, Perusahaan dan Pribadi


Pemerintah

      ASPEK
             www.pemerintahan.com
www.istana.gov.sg/content/istana/index.com
  
    Warna
Dalam website ini warnanya sangat bagus dan menarik untuk pertama kali dilihat, yaitu warna yang ada di website ini warna biru dan berbagai warna lainnya yang sangat sepadan dengan warna biru.
Dalam website ini warnanya sangat biasa yaitu warna putih, warnanya kurang begitu bagus dan tidak begitu tertarik untuk dilihat,keliatan sangat kosong karena tidak terlalu banyak warna yang digunakan.

    Layout
Website ini dalam layoutnya biasa saja,tapi cukup menarik untuk dilihat, karena ada lambang pemerintahan malaysia di samping kiri, dan bagian belakangnya dilapisi beberapa bagian bendera Malaysia.
Dalam website ini layoutnya biasa saja, paling atasnya ada sebuah gambar istana prsiden singapura dan dibelakangnya dilapisi gambar kota singapura tapi gambarnya yang sangat tipis sehingga kurang begitu terlihat.
Fasilitas yang harus ada
Fasilitas website ini sudah ada semuanya ,jadi tidak perlu ada tambahan lagi, seperti disamping kanan ada untuk  facebook,twiterr,mobile web, dan bias mengisi sebuah komentar.
Fasilitas dalam website ini harus banyak ditambahkan karena tidak ada apa-apa jadi terlihat sangat hampa.yang harus perlu ditambahkan ada tempat untuk berkomentar,ada pilihan untuk bahasanya.
Posisi menu dan berita
Diwebsite ini posisi menunya terletak pada di sebelah bagian atas itu ada beberapa menu dan sangat bagus, dan untuk bagian berita ada disebelah kanan dan tempatnya tidak diperluas tapi ada batasanya sehingga tidak terlihat membosankan.
Dalam website ini posisi menunya ada disebelah paling atas dan untuk posisi beritanya berada ditengah dan sangat diperluas.



 perusahaan

     Aspek
         www.dealer-daihatsu.com
        www.mitsubishi-motors.com

    Warna

Website ini ada warna abu-abu bagian belakangnya dan dilapisi warna putih.

Dalam website ada warna yaitu warna hitam tapi terlihat sangat elegan dan dilapisi warna abu-abua gelap terlihat sangat bagus.
  
      Layout
Website ini didalamnya Cuma hanya ada tema yang seperti bentuk batu yang gelap,selain itu tidak ada lagi.
Dalam website ini ada tema yang bergambar mobil dan juga ada bentuk slide yang bertema mobil yang sangat memukau.

     Fasilitas yang harus ada
Fasilitas yang harus ada didalam website ini adalah tempat untuk bertanya.
Dalam website ini sudah ada fasilitas semuanya.
Posisi menu dan berita
Dalam website ini posisi menunya ada dibagian atas,dan bagian posisi berita ada ditengah .
Posisi menu dalam website ini ada dibagian atas, dan posisi berita juga ada dibagian atas,jika di klik news info baru akan muncul.

pribadi

Aspek


www. Ockaligis.com

www.rohutsitompul.com
warna


Dalam website ini masalah warna kurang begitu menarik karena Cuma hanya satu warna yaitu warna putih.
Dalam website ini ada dua warna yang sangat menarik dan bagus untuk dilihat yaitu warna unggu dan dilapisi dengan warna pink dibgian tengahnya.
layout
Tidak ada
Dibagian pinggirnya ada gambar seperti bunga bagus untuk dilihat.


Rabu, 11 Mei 2011

Stress, kaitan stress dengan psikologi lingkungan, mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan dan berikan contoh.


Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. (ref:edy64).
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka. .
Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.

Sumber-sumber potensi stres

Faktor lingkungan

Selain memengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya, ketika ekonomi memburuk orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaannya.

 Faktor organisasi

Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres.  Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya. Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antarpribadi.
Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang. Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja, dan tata letak fisik pekerjaan. Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor emosional bisa menjadi sumber stres.
Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi. Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk diselesaikan atau dipenuhi.
Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan. Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi.
 Faktor pribadi
Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan. Studi terhadap tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan kemudian. Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umum. Jika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang. Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.

Akibat Stres

Stres menampakkan diri dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya. Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.
Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis. Terdapat riset yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.
Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dpat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan. Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stres. Namun stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.
Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur. Ada banyak riset yang menyelidiki hubungan stres-kinerja. Pola yang paling banyak dipelajari dalam literatur stres-kinerja adalah hubungan U-terbalik. Logika yang mendasarinya adalah bahwa tingkat stres rendah sampai menengah merangsang tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi. Pola U-terbalik ini menggambarkan reaksi terhadap stres dari waktu ke waktu dan terhadap perubahan dalam intensitas stres.
Kaitan antara stress dengan psikologi lingkunagn dan pengaruh perilaku individu dalam lingkungan.
Dalam konteks lingkungan maka stress dapat muncul jika lingkungan fisik dan rancangan secara langsung atau tidak langsung menghambat tujuan seseorang. Kaitan stress dengan lingkungan yaitu stress terjadi ketika individu menjumpai kondisi lingkungan yang mengancam yang secara kuat menantang atau melampaui kemampuan copingnya. Sebuah situasi dapat terlihat sebagai suatu ancaman dan berbahaya secara potensial apabila melibatkan hal yang memalukan, kehilangan harga diri, kehilangan pendapat dan seterusnya. Maka apabila lingkungan tidak mendukung kesejahteraan fisik maupun mental seseorang akan mengakibatkan kelelahan fisik dan mental yang mencetuskan terjadinya stres.

Stres menurut Stokols (dalam Brigham, 1991) merupakan salah satu aspek yang dapat mengakibatkan penyakit atau akibat-akibat negatif pada perilaku masyarakat. Stres yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stres. Individu yang mengalami stres umumnya tidak dapat melakukan interaksi sodial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku untuk membantu orang lain.

Contoh :
Para karyawan yang bekerjanya terlalu diforsil dan selalu mendapatkan tekanan dari bosnya sehingga waktu istirahatnya terabaikan,ini salah satu contoh yang bisa menimbulkan stress seseorang.

Sabtu, 23 April 2011

pengertian privasi,teritorialitas,ruang personal serta hubungan perilaku,lingkungan,dan kepribadian

A.PENGERTIAN PRIVASI, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain. adapun definisi lain dari privasi yaitu sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan pilihan atau kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan. privasi jangan dipandang hanya sebagai penarikan diri seseorang secara fisik terhadap pihak pihak lain dalam rangka menyepi saja.
B. FAKTOR – FAKTOR PRIVASI
1. faktor personal
Ada perbedaan jenis kelamin dalam privasi, dalam suatu penelitian pria lebih memilih ruangan yang terdapat tiga orang sedangkan wanita tidak memeprmasalahkanisi dalam ruangan itu. Menurut Maeshall prbedaan dalam latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan privasi.
2. faktor situasional
Kepuasan akan kebutuhan privasi sangat berhubungan dengan seberapa besar lingkungan mengijinkan orang-orang di dalamnya untuk mandiri.
3.faktor budaya
Pada penelitian tiap-tiap budaya tidak ditemukan perbedaan dalam banyaknya privasi yang diinginkan tetapi berbeda dalam cara bagaimana mereka mendapatkan privasi. Misalnya rumah orang jawa tidak terdapat pagar dan menghadap ke jalan, tinggal dirumah kecil dengan dindidng dari bamboo terdiri dari keluarga tunggal anak ayah dan ibu.
1.2
A. PENGERTIAN RUANG PERSONAL
istilah personal space pertama kali digunakan oleh katz pada tahun 1973 dan bukan merupakan sesuatu yang unik dalam istilah psikologi, karna istilah ini juga dipakai dalam bidang biologi, antropologi dan arsitektur. beberapa definisi ruang personal secara implist berdasarkan hasil hasill penelitian, antara lain : pertama, ruang personala dalah batas batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain. kedua, ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri. ketiga, pengaturan ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan diri kita keluar darinya sebagai perubahan situasi . keempat, ketika seseorang melanggar ruang personal orang lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres dan bahkan perkelahian. dengan inti definisi ruang personal sebagai batas yang tak terlihat yang mengelilingi kita, dimana orang lain tidak dapat melanggarnya.
Beberapa definisi ruang personal secara implisit berdasarkan hasil-hasil penelitian, antara lain:
a. Ruang personal adalah batas-batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain.
b. Ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri.
c. Pengaturan ruang personal mempakan proses dinamis yang memungkinkan diri kita keluar darinya sebagai suatu perubahan situasi.
d. Ketika seseorang melanggar ruang personal orang lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres, dan bahkan perkelahian.
e. Ruang personal berhubungan secara langsung dengan jarak-jarak antar manusia, walaupun ada tiga orientasi dari orang lain: berhadapan, saling membelakangi, dan searah.
Pengertian Teritorialitas
Holahan (dalam Iskandar, 1990), mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering melibatkan cirri pemiliknya dan pertahanan dari serangan orang lain. Degan demikian menurut Altman (1975) penghuni tempat tersebut dapat mengontrol daerahnya atau unitnya dengan benar, atau merupakan suatu territorial primer.
Menurut Lang (1987), terdapat empat karakter dari territorialitas, yaitu :
1. Kepemilikan atau hak dari suatu tempat
2. Personalisasi atau penandaan dari suatu area tertentu
3. Hak untuk mempertahankan diri dari ganggunan luar
4. Pengatur dari beberapa fungsi, mulai dari bertemunya kebutuhan dasra psikologis sampai kepada kepuasan  kognitif dan kebutuhan-kebutuhan estetika.


Menurut Altman membagi teritorialitas menjadi 3, yaitu;
1. teritorialitas primer
teori ini dimiliki serta dipergunakan secara khusus bagi pemiliknya. pelanggaran terhadap teritori utama ini akan mengangkibatkan timbulnya perlawanan dari pemiliknya dan ketidakmampuan untuk mempertahankan teritori utama ini akan mengakibatkan masalah yang serius terhadap aspek psikologis pemiliknya, yaitu dalam hal harga diri dan indentitasnya. Yang termasuk dalam teritorial ini adalah ruang kerja, ruang tidur, pekarangan, wilayah negara, dan sebagainya.


2. terotorial sekunder
teritori ini lebih longgar pemakaiannya dan pengontrolan oleh perorangan. Teritori ini dapat digunakan oleh orang lain yang masih di dalam kelompok ataupun orang yang mempunyai kepentingan kepada kelompok itu. Sifatnya adalah semi-publik.. Yang termasuk dalam teritorial ini adalah sirkulasi lalu lintas di dalam kantor, toilet, zona servis, dan sebagainya,


3. teritorial umum
digunakan oleh setiap orang dengan mengikuti aturan aturan yang lazim di dalam masyrakat dimana teritorial umum itu berada.Contohnya taman kota, tempat duduk dalam bis kota, gedung bioskop, ruang kuliah, dan sebagainya.

pengertian ruang personal
A. Pengertian Ruang Personal
Ruang personal adalah ruang di sekeliling individu, yang selalu dibawa orang kemana saja ia pergi dan orang akan merasa terganggu jika ruamg tersebut diinterferensi (Gifford, 1987). Artinya kebutuhan terhadap ruang personal terjadi ketika orang lain hadir.
Menurut Sommer(dalam Altman, 1975) ruang personal adalah daerah di sekeliling seseorang dengan batas-batas yang tidak jelas dimana seseorang tidak boleh memasukinya. Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak atau daerah disekitar individu dimana jika dimasuki orang lain menyebabkan ia merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang dan kadang-kadang menarik diri. Beberapa definisi ruang personal secara implicit berdasarkan hasil-hasil penelitian, antara lain :
1.      Ruang personal adalah batas-batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain
2.      Ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri
3.      Pengaturan ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan dari kita keluar darinya sebagai suatu perubahan situasi.
4.      Ketika seseorang melanggar ruang personal lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres dan perkelahian.
5.      Ruang personal berhubungan secara langsung dengan jarak-jarak antar manusia.

B. Ruang Personal dan Perberdaan Budaya
Dalam lintas budaya yang berkaitan dengan ruang personal, Hall (dalam Altman, 1976) mengamati bahwa norma dan adat istiadat dari kelompok budaya dan etnik yang berbeda akan tercermin dari penggunaan ruang, seperti susunan perabot, konfigurasi tempat tinggal dan orientasi yang dijaga oleh individu satu dengan individu lainnya.
Watson (dalam Gifford, 1982) menegaskan bahwa budaya dapat dibagi menjadi dua yaitu budaya kontak dan budaya non kontak. Suatu studi menemukan pada bahwa siswa siswi dari bidaya kontak (Amerika Latin, Spanyol, dan Maroko) duduk berjauhan satu sama lain daripada siswa siswi dari kebudayaan non kontak (Amerika). Penelitian ini dibantah oleh Shuter.
Orang Costa Rika menyukai jarak personal yang lebih dekat daripada orang Panama atau Kolombia. Sussman dan Rosenfeld (dalam Gifford, 1987) menemukan bahwa orang Jepang menggunakan jarak personal yang lebih lebar daripada orang Amerika yang menggunakan lebih besar daripada orang Venezuela.
Hall (dalam Altman, 1976) menggambarkan bahwa kebudayaan Arab cenderung berorientasi kepada “kontak” dibandingkan dengan Eropa Utara dan Kebudayaan Barat. Jarak yang dekat dan isyarat-isyarat sentuhan, penciuman, dan panas tubuh tampaknya merupakan hal yang lazim dalam “budaya kontak”. Orang –orang Jepang menggunakan ruang secara teliti. Keluarga-keluarga Jepang memiliki banyak kontal interpersonal yang dekat; seringkali tidur bersama-sama dalam satu ruangan dengan susunan yang tidak beraturan atau melakukan berbagai aktivitas dalam ruang yang sama.

HUBUNGAN ANTARA  PRIVASI,RUANG PERSONAL,TERITORIALITAS
Dari ketiga pengertian diatas ini sangat berkaitan karena ini adalah sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari yang sering dipraktekan didalam lingkungan sekitar ini. Hubungan privasi dengan lingkungan adalah cara interaksi atau komunikasi dengan masyarakat lainnya yang tertutup dan terbuka. Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan didalam kehidupan di sekitar lingkungan.Sedangkan privasi dengan perilaku adalah cara interaksi kepada orang lain yang ingin disampaikan atau tidak ingin disampaikan kepada orang lain sehingga membentuk suatu perilaku seseorang yang tertutup atau terbuka,dan hubungan dengan kepribadian adalah suatu cara yang menimbulkan kepribadian seseorang yang dapat dilihat dari cara interaksinya,yang dimana cara interaksi kepada orang lain bias disampaikan. Hubungan ruang personal dengan lingkungan,perilaku,kepribadian adalah cara untuk mengatur ruang yang dimana suatu ruangan itu membuat diri menjadi merasa nyaman dan rileks sehingga kita pun merasa betah di dalam suatu ruangan tersebut dan menimbulkan suatu kepribadian yang tenang dan baik.Hubungan teritorialitas dengan lingkungan,perilaku,dan kepribadian adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan terhadap pemiliknya sehingga menimbulkan suatu cirri-ciri perilaku yang diinginkan dilingkungan sehingga bias membentuk suatu kepribadian

Jumat, 25 Maret 2011

kepadatan dan kessesakan pada lingkungan


KEPADATAN

Kesesakan ( crowding) kepadatan (densitiy) merupakan fenomena yang akan menimbulkan permasalahan bagi setiap negara didunia dimasa yang akan dating.
Hal ini di karenakan terbatasnya luas bumi dan potensi sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia , sementara perkembangan jumlah manusia di dunia tidak terbatas.
Kesesakan dan kepadatan yang timbul dari perkembangan jumlah manusia di dunia pada masa kini telah menimbulkan berbagai masalah social dibanyak Negara(misalnnya: Indonesia,cina,dan sebagainnya), baik permasalahan yang bersifat fisik maupun psikis dalam perspektif psikologis .
Kategori Kepadatan
Kepadatan dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori. Holahan (1982) menggolongkan kepadatan ke dalam dua kategori, yaitu kepadatan spasial (spatial density) yang terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit sedangkan sejumlah individu tetap, sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan menurunnya besar ruang dan kepadatan sosial (social density) yang terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi dengan penambahan besar atau luas ruangan sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan dengan bertambahnya individu.
Jain (1987) menyatakan bahwa setiap wilayah pemukiman memiliki tingkat kepadatan yang berbeda dengan jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian dan struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman, sehingga suatu wilayah pemukiman dapat dikatakan mempunyai kepadatan tinggi atau kepadatan rendah.
Taylor (dalam Gifford, 1982) mengatakan bahwa lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang sangat penting dalam mempengaruhi sikap, perilaku dan keadaan internal seseorang di suatu tempat tinggal. Oleh karena itu, individu yang bermukim di pemukiman dengan kepadatan yang berbeda mungkin menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda pula.
Menurut Sindstorm, kepadatan adalah sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan (dalam Wrightsman & Deaux, 1981). Suatu keadaan dikatakan semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono,1992). Kepadatan juga menyebabkan perubahan tingkah laku serta mempengaruhi psikologis serta kesehatan fisik seseorang.

Akibat-akibat Kepadatan Tinggi
Menurut Heimstra dan Mc Farling (1978) kepadatan memberikan akibat bagi manusia baik secara fisik, sosial maupun psikis. Akibat secara fisik yaitu reaksi fisik yang dirasakan individu seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penyakit fisik lain (Heimstra dan McFarling, 1978).
Akibat secara sosial antara lain adanya masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti meningkatnya kriminalitas dan kenakalan remaja (Heimstra dan McFarling, 1978; Gifford, 1978).
Akibat secara psikis antara lain :
a.         Stres, kepadatan tinggi dapat menumbuhkan perasaan negatif, rasa cemas, stres, (Jain, 1978) dan perubahan suasana hati (Holahan, 1978).
b.        Menarik diri, kepadatan tinggi menyebabkan individu cenderung untuk menarik diri dan kurang mau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya (Heimstra dan McFarling, 1978; Holahan, 1982; Gifford, 1978).
c.         Perilaku menolong (perilaku prososial), kepadatan tinggi juga menurunkan keinginan individu untuk menolong atau member bantuan pada orang lain yang membutuhkan, terutama orang yang tidak dikenal (Holahan 1982; Fisher dkk., 1984).
d.        Kemampuan mengerjakan tugas, situasi padat menurunkan kemampuan individu untuk mengerjakan tugas-tugasnya pada saat tertentu (Holahan, 1982).
e.         Perilaku agresi, situasi padat yang dialami individu dapat menumbuhkan frustrasi dan kemarahan serta pada akhirnya akan terbentuk perilaku agresi (Heimstra dan McFarling, 1978; Holahan, 1982).

KESESAKAN

Kesesakan adalah persepsi individu terhadap keterbatasan ruang, bersifat psikis terjadi bila mekanisme privasi individu gagal berfungsi dengan baik.
1. Menurut Altman :
Kesesakan adalah suatu proses interpersonal pada tingkatan interaksi manusia dalam suatu pasangan atau kelompok kecil.
2. Menurut Baum dan Paulus :
Kepadatan dapat dirasa sebagai kesesakan atau tidak, ditentukan oleh penilaian individu berdasarkan :
a. Karakteristik setting fisik
b. Karakteristik setting social
c. Karakteristik personal
d. Kemampuan beradaptasi
3. Menurut Morris :
Kesesakan sebagai devisit suatu ruang.
4. Menurut Ancok :
Kesesakan timbul dari besar-kecilnya ukuran rumah yaitu menentukan besarnya rasio antara penghuni dan tempat (space) yang tersedia.
5. Menurut Stokols :
a. Kesesakan bukan social (nonsocial crowding)
Faktor-faktor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding.
b. Kesesakan social (social crowding)
Perasaan sesak mula-mula dating dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak.
c. Kesesakan molar (molar crowding)
Perasaan sesak yaitu dapat dihubungakan dengan skala luas, populaasi penduduk.
d. Kesesakan molekuer (molekuler crowding)
Perasaan sesak yaitu menganalisis mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian-kejadian interpersonal.
6. Menurut Rapoport :
Kesesakan adalah suatu evaluasi subjektif dimana besarnya ruang dirasa tidak mencukupi. Batasan kesesakan melibatkan persepsi seseorang terhadap keadaan ruang yang dikaitkan dengan kehadiran sejumlah manusia. Dimana ruang yang tersedia dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terlalu banyak.

A. Teori-Teori kesesakan
1. Teoari Beban Stimulus
Kesesakan akan terjadi bila stimulus yang diterima individu terlalu banyak (melebihi kapasitas kognitifnya) sehingga timbul kegagalan dalam memproses stimulus atau info dari lingkungan.
Menurut Keating, Stimulus adalah hadirnya banyak orang dan aspek-aspek interaksinya, kondisi lingkunga fisik yang menyebabkan kepadatan social. Informasi yang berlebihan dapat terjadi karena :
a. Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan
b. Jarak antar individu (dalam arti fisik) yang terlalu dekat
c. Suatu percakapan yang tidak dikehendaki
d. Terlalu banyak mitra interaksi
e. Interaksi yang terjadi dirasa terlalu dalam atau terlalu lama
2. Teori Ekologi
Membahas kesesakan dari sudut proses social
a. Menurut Micklin :
Sifat-sifat umum model pada ekologi manusia :
1. Teori ekologi perilaku : Fokus pada hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan.
2. Unit analisisnya : Kelompok social, bukan individu dan organisasi social memegang peranan penting
3. Menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber-sumber material dan sosial
b. Menurut Wicker :
Teori Manning : Kesesakan tidak dapat dipisahkan dari factor setting dimana hal itu terjadi.
3. Teori Kendala Perilaku
Kesesakan terjadi karena adanya kepadatan sedemikian rupa sehingga individu merasa terhambat untuk melakukan sesuatu.Kesesakan akan terjadi bila system regulasi privasi seseorang tidak berjalan secara efektif lebih banyak kontak social yang tidak diinginkan. Kesesakan timbul karena ada usaha-usaha yang terlalu banyak, yang butuh energy fisik maupun psikis, guna mengatur tingkat interaksi yang diinginkan.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesesakan
1. Faktor Personal
a. Kontrol Pribadi dan Locus Of Control; Selligman, dkk :
Kepadatan meningkat bias menghasilkan kesesakan bila individu sudah tidak punya control terhadap lingkungan sekitarnya. Control pribadi dapat mengurangi kesesakan. Locus Of Control ibternal : Kecendrungan individu untuk mempercayai (atau tidak mempercayai) bahwa keadaab yang ada di dalam dirinya lah yang berpengaruh kedalam kehidupannya.
b. Budaya, pengalaman dan proses adaptasi
Menurut Sundstrom : Pengalaman pribadi dalam kondisi padat mempengaruhi tingkat toleransi.
Menurut Yusuf : Kepadatan meningkat menyebabkan timbulnya kreatifitas sebagai intervensi atau upaya menekankan perasaan sesak.
c. Jenis kelamin dan usia
Pria lebih reaktif terhadap kondisi sesak
Perkembangan, gejala reaktif terhadap kesesakan timbul pada individu usia muda.
2. Faktor Sosial
a. Kehadiran dan perilaku orang lain
b. Formasi koalisi
c. Kualitas hubungan
d. Informasi yang tersedia
3. Faktor Fisik
- Goves dan Hughes : Kesesakan didalamnya rumah berhubungan dengan factor-faktor fisik, jenis rumah, urutan lantai, ukuran, suasan sekitar.
- Altman dan Bell, dkk : Suara gaduh,panas, polusi, sifat lingkungan, tipe suasana, karakteristik setting mempengaruhi kesesakan.

C. Pengaruh Kesesakan terhadap Perilaku
Lingkungan sesak => aktifitas seseorang terganggu => interaksi interpersonal yang tidak diinginkan => mengganggu individu mencapai tujuan => gangguan norma meningkat ketidaknyamanan => penarikan diri dan menurunnya kualitas hidup.
Pengaruh Negatif Kesesakan ;
Penurunan-penurunan Psikologis : perasaan kurang nyaman, stress, cemas, suasana hati yang kurang baik, prestasi menurun, agresifitas meningkat, dan lain-lain.
Malfungsi Fisiologis : Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung, penyakit-penyakit fisik.
Hubungan Sosial Individu : Kenakalan remaja, menurunnya sikap gotong royong, menarik diri, berkurangnya intensitas hubungan social, dll.
Contoh dari kesesakan dan kepadatan akibat penduduk yang makin padat:
Masalah kependudukan atau lebih tepatnya kepadatan penduduk yang melanda hampir di semua Negara di dunia ini. Semua orang yang berda di wilayah jawa hamper pindah ke Jakarta ingin mencari suatu pekerjaan, bertambah banyaknya penduduk yang ada di Indonesia dan sedikitnya lowongan-lowongan pekerjaan, sehingga bertumpuknya suatu penduduk di wilayah Indonesia.
Referensi :
Dharma, Agus.Teori Arsitektur 3.Jakarta:Gunadarma,1998.

Selasa, 22 Februari 2011

Perubahan perilaku penyalahgunaan alkoholik .


Perilaku Penyalahgunaan Alkohol

Dalam interaksi antara individu dengan suatu lingkungan bisa terjadi perubahan perilaku yang bisa menyimpang positif dan negative,yang terjadi dalam interaksi antara lingkungan yaitu perubahan perilaku Penyalahgunaan alcohol.di lingkungan tersebut sangat mempengaruhi untuk merubah perilaku seseorang,masuk ke dalam lingkungan clubbing yang jelas di sana banyak sekali efek-efek yang sangat negative kenal dengan namanya miras,narkoba,dan juga sex bebas.orang yang sudah pernah masuk dalam kehidupan clubbing pasti akan merasa ketagihan sehingga secara refleks orang itu tersebut ingin mencoba apapun itu yang semua ada di dalam tempat itu,perubahan perilaku itu terjadi akibat salah satu factor dari lingkungan tersebut dan dimana orang itu tersebut sudah kenal atau pernah masuk dalam kehidupan clubbing dengan sendiri orang tersebut itu akan mendapatkan teman-teman yang sama sikapnya seperti orang tersebut itu.penyalahgunaan alcohol Merupakan penyakit sosial yang dapat menimbulkan penyimpangan perilaku, agama, moral, psikologi dan kesehatan. Alkohol menawarkan solusi yang seketika dari masalah yang dihadapi seseorang, pada kenyataan sebenarnya akan menimbulkan masalah yang berlipat ganda karena berefek kecanduan. alkohol bekerja dengan sistem menekan aktifitas susunan saraf pusat.
Dalam jumlah yang sedikit akan mempengaruhi pusat pengendalian diri dari otak yang menyebabkan rasa malu peminum alkohol berkurang, sehingga akan lebih berani berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, dan juga menghilangkan rasa cemas.
Sebelum kita mengetahui lebih jauh penyebab, dampak dan solusi dari penyalahgunaan alkohol, mari kita melihat ciri – ciri orang yang terpengaruh dengan minuman keras, yaitu: sempoyongan, berbicara menjadi tidak jelas (cadel), daya ingat dan kemampuan menilai sesuatu terganggu untuk sementara waktu.
Dalam jumlah lebih banyak lagi dapat menimbulkan koma bahkan kematian.
 Pada intoksikasi (keracunan), lebih dikenal dengan istilah mabuk, terlihat gejala: pembicaraan cadel, banyak bicara, koordinasi motorik terganggu (jalan sempoyongan), bola mata bergerak-gerak ke samping (nystagmus),Mata merah, terjadi perubahan alam perasaan,mudahmarah.

Penyebab penyalahgunaan alcohol :

1.Dari lingkungan keluarga :

  1. Kurangnya perhatian dan waktu yang diberikan untuk anak, baik dalam rangka pendidikan maupun memelihara hubungan kemesraan dalam keluarga.
    • . Broken home (perpecahan keluarga), kehidupan keluarga yang tidak harmonis.
    •   Rapuhnya nilai-nilai / norma-norma keluarga,

2.Dari lingkungan masyarakat :

  • . Kurangnya pelaksanaan ajaran-ajaran agama secara konsekuen.
  •   Masyarakat yang kurang memperoleh pendidikan
  •   Kurangnya pengawasan terhadap remaja
  •   Pengaruh norma-norma baru dari luar
3. Dari dalam diri individu
  • . Lemahnya pertahanan diri
  • . Kurang kemampuan penyesuaian diri
  • . Kurangnya dasar-dasar keimanan di dalam diri remaja

Penyalahgunaan alkohol memiliki dampak di berbagai segi, diantaranya:
- kesehatan Fisik: Jelas sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan jika konsumsi dilakukan dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan gangguan hati, pankreas dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

- Psikologis : Dalam konsumsi yang berlebihan dan waktu cukup lama akan merusak jaringan otak yang dapat menimbulkan gangguan penurunan daya ingat dan kemampuan Belajar, bahkan dapat menimbulkan gangguan kejiwaan.

- Fungsi sosial: seseorang yang berlebihan dalam mengkonsumsi minuman keras akan menyebabkan suasana perasaan yang mudah marah yang pada akhirnya dapat mengganggu kemampuan dalam bermasyarakat. Bahkan telah terbukti bahwa alkohol meningkatkan kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal dan meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas.

GEJALA

Efek biologis

Alkohol dengan cepat diserap dari usus halus ke dalam peredaran darah.
Penyerapan alkohol terjadi lebih cepat dibandingkan metabolisme dan pembuangannya dari tubuh, sehingga kadar alkohol dalam darah meningkat dengan cepat.

Sejumlah kecil alkohol dalam darah dibuang ke dalam air kemih, keringat dan udara pernafasan.
Sebagian besar alkohol dimetabolisme di hati dan menghasilkan sekitar 210 kalori/100 gram (7 kalori per mililiter) dari alkohol murni yang diminum.

Alkohol segera menekan fungsi otak; seberapa beratnya tergantung kepada kadarnya di dalam darah; semakin tinggi kadarnya, semakin berat gangguan yang terjadi.
Kadar alkohol dapat diukur dalam darah atau dapat diperkirakan dengan mengukur jumlahnya dalam contoh udara yang dihembuskan.

Penggunaan alkohol jangka jumlah yang berlebihan bisa merusak berbagai organ di tubuh, terutama hati, otak dan jantung.
Alkohol cenderung menyebabkan toleransi, sehingga seseorang yang secara teratur minum lebih dari 2 gelas alkohol/hari, bisa mengkonsumsi alkohol lebih banyak daripada non-alkoholik, tanpa mengalami intoksikasi.

Pecandu alkohol juga dapat menjadi toleransi terhadap obat-obatan anti-depresi lainnya.
Sebagai contoh, pecandu yang minum barbiturat/benzodiazepin biasanya membutuhkan dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek pengobatannya.

Toleransi tampaknya tidak merubah cara metabolisme atau pembuangan alkohol.
Alkohol bahkan menyebabkan otak dan jaringan lainnya menyesuaikan diri dengan kehadiran alkohol.

Bila seorang pecandu tiba-tiba berhenti minum, akan terjadi gejala putus obat.
Sindroma putus obat alkohol biasanya dimulai dalam 12-48 jam setelah seseorang berhenti meminum alkohol.

Gejalanya meliputi gemetar, lemah, berkeringat dan mual.
Beberapa pecandu mengalami kejang (diseburt epilepsi alkoholisme).

Peminum berat yang berhenti minum bisa mengalami halusinasi alkohol.
Mereka mengalami halusinasi dan mendengar suara-suara yang tampaknya menuduh dan mengancam, menyebabkan ketakutan dan teror.
Halusinasi alkohol bisa berlangsung berhari-hari dan dapat dikendalikan dengan obat-obatan anti-psikosa (seperti klorpromazin atau tioridazin).

Jika tidak diobati, gejala putus alkohol dapat menyebabkan sekumpulan gejala yang lebih serius yang disebut Delirium Tremens (DTs).
DTs biasanya tidak segera terjadi, tetapi muncul sekitar 2-10 hari setelah berhenti minum.

Pada DTs, pecandu pada awalnya merasakan cemas, kemudian terjadi kebingungan, sulit tidur, mimpi buruk, keringat berlebihan dan depresi berat.
Denyut nadi cenderung menjadi lebih cepat.
Bisa terjadi demam.

Episode ini bisa meningkat menjadi halusinasi, ilusi yang menimbulkan rasa takut dan gelisah dan disorientasi terhadap halusinasi lihat yang menimbulkan teror.
Benda yang terlihat dalam cahaya terang menimbulkan rasa takut.
Pada akhirnya, penderita menjadi sangat kebingungan dan mengalami disorientasi berat.

Penderita DTs kadang merasa lantai bergerak, dinding roboh dan ruangan berputar.
Tangan menjadi gemetar yang kadang menjalar ke kepala dan seluruh tubuh, dan sebagian besar penderita menjadi sangat tidak terkoordinasi.
DTs bisa berakibat fatal, apalagi jika tidak diobat.

Masalah lainnya secara langsung berhubungan dengan efek racun dari alkohol terhadap otak dan hati.
Kerusakan hati karena alkohol menyebabkan hati tidak mampu membuang bahan-bahan racun dari dalam tubuh sehingga menyebabkan koma hepatikum.

Pecandu yang mengalami koma hepatikum, tampak mengantuk, setengah sadar dan kebingungan, dan biasanya tangannya gemetar.
Koma hepatikum bisa berakibat fatal dan harus segera diobati.

Sindroma Korsakoff (Psikosa Amnesik Korsakoff) biasanya terjadi pada pecandu yang meminum sejumlah besar alkohol secara rutin, terutama yang mengalami malnutrisi (kurang gizi) dan kekurangan vitamin B (terutama tiamin).
Penderita mengalami kehilangan ingatan jangka pendeknya.
Ingatannya sangat buruk sehingga penderita sering mengarang-ngarang cerita untuk menutupi kemampuan ingatnnya yang berkurang.
Sindroma Korsakoff kadang terjadi setelah serangan DTs.

Beberapa penderita sindroma Korsakoff juga menderita ensefalopati Wernicke, dengan gejala-gejala berikut:
  •  pergerakan mata yang abnormal
  • kebingungan
  •  pergerakan yang tidak terkoordinasi
  •   fungsi saraf yang abnormal.
Jika tidak segera mengatasi kekurangan vitamin B, sindroma Korsakoff bisa berakibat fatal.

Pada wanita hamil, riwayat penggunaan alkohol yang berat dan menahun, dapat dihubungkan dengan cacat lahir yang berat pada janin yang sedang tumbuh.
Bayi akan lahir dengan berat yang rendah, tubuh yang pendek, ukuran kepala yang kecil, kerusakan jantung, kerusakan otot dan tingkat kecerdasan yang rendah atau keterbelakangan mental.
Pada peminum ringan, kelainan tersebut tidak akan terjadi.


PENGOBATAN

Alkoholik yang menderita gejala putus obat biasanya mengobati dirinya
Denganmeminumlagi.
Beberapa penderita mencari penyelesaian medis karena mereka tidak ingin berlanjut minum minuman keras atau karena gejala putus obatnya terlalu berat.

Pada kasus ini, pertama-tama diperiksa kemungkinan cedera kepala yang terjadi karena komplikasinya.
Kemudian digambarkan jenis gejala putus obatnya, ditentukan berapa banyak seseorang biasanya minum dan dicari tahu kapan terakhir minum.

Karena kekurangan vitamin menyebabkan gejala putus obat yang mengancam jiwa, maka dokter unit gawat darurat biasanya memberikan memberikan vitamin B kompleks (terutama tiamin) dan vitamin C dosis besar lewat infus.
Cairan infus, magnesium dan glukosa sering diberikan untuk mencegah beberapa gejala putus obat dan untuk menghindari dehidrasi.

Diberikan benzodiazepin selama beberapa hari untuk menenangkan dan membantu mencegah gejala putus obat.

Obat-obatan anti-psikosa umumnya diberikan untuk sejumlah kecil pecandu dengan halusinasi alkoholik.

DTs bisa berakibat fatal dan diobati dengan lebih agresif untuk mengendalikan demam tinggi dan agitasi yang berat.
Biasanya diperlukan cairan infus, obat penurun panas (seperti asetaminofen), obat penenang dan pengawasan yang ketat.
Dengan pengobatan tersebut, DTs biasanya akan menghilang dalam waktu 12-24 jam setelah timbulnya gejala.

Setelah masalah medis darurat berhasil diatasi, program detoksikasi dan rehabilitasi harus dimulai.
Pada tahap pertama pengobatan, alkohol sama sekali tidak digunakan.
Kemudian seorang pecandu harus mengubah perilakunya.
Tanpa bantuan, sebagian besar pecandu akan kambuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Pengobatan kelompok dipercaya lebih baik dari pada penyuluhan dari orang ke orang, tetapi pengobatannya harus disesuaikan dengan individu pecandu.
Dukungan dari anggota keluarga sangat diperlukan.



Terapi obat-obatan

Kadang-kadang seorang alkoholik bisa menghindari minum alkohol dengan mengkonsumsi obat tertentu.
Disulfiram (antabuse) bisa diperoleh dengan resep dokter.
Obat ini terlibat dalam metabolisme alkohol, membentuk asetaldehid, suatu metabolit alkohol yang terdapat dalam darah.

Asetaldehid merupakan racun dan menyebabkan kemerahan pada wajah, sakit kepala berdenyut, denyut jantung yang cepat, pernafasan cepat dan berkeringat dalam waktu 5-15 menit seteleh minum alkohol.
30-60 menit kemudian terjadi mual dan muntah-muntah.
Reaksi ini terjadi selama 1-3 jam.

Timbulnya reaksi tersebut (karena minum alkohol setelah menelan disulfiram), sangat menyiksa, sehingga pecandu memilih menghindari alkohol.

Alkoholik yang baru pulih, tidak dapat langsung mengkonsumsi disulfiram setelah berhenti minum alkohol; obat ini hanya diminum setelah beberapa hari tidak minum alkohol.
Disulfiram bisa mempengaruhi metabolisme alkohol sampai 3-7 hari setelah dosis terakhir obat ini.

Beratnya reaksi terhadap alkohol yang berhubungan dengan pengobatan, menyebabkan disulfiram tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau pecandu yang memiliki penyakit yang serius.

Obat lainnya adalah naltrekson, yang bisa membantu mengurangi ketergantungan pecandu jika digunakan sebagai bagian dari program pengobatan menyeluruh.
Naltrekson merubah efek alkohol pada endorfin tertentu di otak, yang mungkin berhubungan dengan keinginan untuk minum alkohol.



Solusi
 
1. Dari diri individu
  • . Perlu adanya niat dari dalam diri individu untuk berslogan “Katakan Tidak Untuk Alkohol”
  •   Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E. sehingga menjauhi barang haram tersebut.

2. Dari Pihak keluarga
  •   Memberikan perhatian dan memelihara hubungan kemesraan antar anggota keluarga.
  • . Lebih Menanamkan nilai – nilai agama dalam keluarga.
  • . Orang tua memberikan pengetahuan dini mengenai resiko dari penyalahgunaan alcohol.

3. Dari Lingkungan masyarakat sekitar
  • . Meningkatkan pengawasan dan control terhadap perilaku minum – minuman keras
  • . Mengadakan kerjasama antara perangkat desa dengan LSM untuk memberikan penyuluhan tentang resiko penyalahgunaan alcohol dan arti pentingnya menjaga kesehatan.

4. Dari Instansi kesehatan
  • a. Melakukan promosi kesehatan melalui media informasi tentang resiko penyalahgunaan alkohol dan perilaku hidup sehat.