Powered By Blogger

Kamis, 08 Oktober 2009

CACAT MENTAL

DI sekitar perumahan saya ada seorang keluarga berjumlah 5 orang dan mempunayai 2 anak perempuan dan 1 anak pria,yang pertama anaknya di beri nama uni,dia sebagai seorang kaka,tetapi karna keadaan kakanya seperti mengalami ganngguan cacat mental pada otaknya jadi kelurganya mengangap dia sebagai anak terakhir,mengalami gangguan cacat mental di karnakan sebagai ibunya sejak lagi keadaan mengandung ibunya tidak mengiginkan anak itu lahir sehingga ibunya nekat untuk minum obat-obatan secara berlebihan sehingga mengalami over dosis,di pemikiran orang tuanya saat iut anaknya akan meninggal tetapi allah berkehendak lain sehingga anaknya yang pertama itu lahir dengan selamat tapi kondisinya sebagai jadi anak cacat mental .

Sejak saat ini saya melakukan dan mengamati tingkah laku anak tersebut yang selalu kurang di perhatikan dengan orang tuanya,tingkah laku anak ini sangat seperti anak kecil padahal anak ini sudah dewasa umurnya sudah mencapai 23 tahun,tetapi karna sifat keterbelakangan mental ini sehingga sifat dia seperti anak yang masih kecil,walaupun dia sebagai seorang kaka tetapi dia perlu kasih saying kepada orang tuanya tetapi orang tuanya malah tidak memperhatikan anaknya ,orang tuanya malah memperhatikan adik-adiknya yang normal sehingga kakanya berontak dengan cara kaca jendela kamar di pecahkan,sebuah televisi di siram menggunakan air,para tetangga yang merasa tergannggu dengan sikapnya akan keluar,tetapi para tetangganya sudah memaklumi sifatnya.mugkin terkadang anak ini mengalami rasa kejenuhan karma suka di terlantarkan dengan orang tuanya,anak-anak para tetangga kadang suka bersikap usil untuk menjaili anak yang cacat mental ini sehingga anak ini berontak melemparkan sebuah batu untuk anak tersebut,para tetangga pun suka memarahi anak-anak yang menggangu anak cacat mental ini .

Dengan kondisi uni tapi uni sangat kelihatan pintar walaupun kondisi cacat mental uni tidak memungkinkan tetapi uni masih bias berfikir uni ngerti kalau ada yang mengajak bicaranya uni menyambunginya lawan bicaranya,manusia selalu ada kelebihan dan kekurangganya begitupun taerhadap uni ,para tetangga menyarankan uni untuk masuk ke SLB untuk uni lebih baik tetapi orang tauny atidak mau sehingga orang tuanya beralasan uni tidak mau masuk ke SLB padahal selama ini uni belum di masukkan ke SLB .

Saya menobservasi tentang cacat mental karna saya ingin tau lebih dalam tentang kehidupan cacat mental itu kaya apa sie?saya sangat prihatin tentang kehidupan tetangga saya yang di deritanya ,sehingga saya lebih banyak ilmu tentang kehidupan cacat mental ini .



Di tulis oleh : Irma retno juwika(10508113)
Kelas : 2pa05
Mata Kuliah :psikodiagnotik

1 komentar:

  1. karena Irma sudah mencari ilmu tentang cacat mental, terima kasih telah membagi ilmunya..

    __Falyh__

    BalasHapus