Powered By Blogger

Minggu, 06 Juni 2010

Gangguan Makan

Banyak anak terutama remaja sangat memperhatikan bagaimana bentuk tubuh mereka dan khawatir mengenainya. Hal ini terutama saat mereka memasuki pubertas dan mengalami perubahan fisik dan tekanan sosial dari relasi pertemanan.

Pada saat anak beranjak remaja, kekhawatiran ini dapat berkembang menjadi obsesi yang bisa mengakibatkan gangguan makan. Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa menyebabkan perubahan berat badan yang bermakna, mengganggu kehidupan sehari-hari dan merusak fungsi tubuh.

Orang tua dapat membantu mencegah hal ini dengan membimbing rasa percaya diri anak dan mendorong perilaku sehat seputar makanan dan penampilan

Gangguan Makan

Gangguan makan melibatkan perasaan dan pikiran negatif mengenai berat badan, makanan dan pola makan yang mengganggu aktifitas sehari-hari dan fungsi tubuh.

Seseorang dengan anoreksia memiliki ketakutan berlebihan akan kenaikan berat badan dan memiliki pandangan yang menyimpang mengenai bentuk dan ukuran badan. Mereka berusaha menjaga berat badan sangat rendah. Beberapa membatasi asupan makanan dengan diet, puasa atau olahraga berlebihan. Mereka jarang makan dan berusaha sesedikit mungkin mengkonsumsi kalori.

Bulimia ditandai dengan makan berlebihan kemudian secara berlebihan mengeluarkannya. Seseorang dengan bulimia dapat mengalami perubahan berat badan namun jarang mengalami berat badan rendah seperti anoreksia. Kedua gangguan ini dapat melibatkan olahraga yang berlebihan atau mengeluarkan makanan yang sudah dimakan dengan merangsang muntah atau menggunakan pencahar.

Seseorang dengan anoreksia umumnya sangat kurus dan berat badan rendah sementara seseorang dengan bulimia dapat memiliki berat badan normal atau berlebih.

Harap diingat bahwa gangguan makan merupakan kebiasaan yang sulit untuk diubah dan sulit dikontrol. Untuk itu gangguan makan merupakan masalah yang serius dan membutuhkan bantuan dokter, terapis dan ahli fizi.

Penyebab gangguan makan

Penyebab dari gangguan makan belumlah jelas, kemungkinan keterlibatan dari kombinasi psikologis, genetik, sosial dan faktor keluarga.

Untuk anak dengan gangguan makan terdapat perbedaan besar antara cara mereka melihat diri mereka dan bentuk tubuh mereka sebenarnya. Seseorang dengan anoreksia atau bulimia memiliki ketakutan akan kenaikan berat badan atau menjadi gendut dan seringkali berpikir mereka terlihat lebih besar daripada bentuk tubuh mereka sebenarnya. Beberapa olahraga seperti pemandu sorak, senam, gulat, skating dapat menempatkan anak pada risiko gangguan makan.

Beberapa penelitian menduga citra media turut berkontribusi meningkatkan kejadian gangguan makan. Selebritis di film, televisi dan iklan sangat kurus dan dapat mengarahkan para remaja perempuan untuk berpikir bahwa kecantikan yang ideal adalah yang sangat kurus. Laki-laki dapat melihat, menangkap pesan media dengan secara drastis membatasi makan mereka dan berolahraga berlebih untuk membentuk otot tubuh.

Akibat dari gangguan makan

Gangguan makan dapat merupakan akibat dari berbagai gangguan mental dan perilaku. Gangguan makan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti dehidrasi atau gangguan jantung dan ginjal. Pada kasus yang sangat berat, gangguan makan dapat mengakibatkan malnutrisi berat dan bahkan kematian.

Anoreksia menyebabkan tubuh kelaparan dan kekurangan nutrisi mempengaruhi tubuh :
Penurunan tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi napas
Kerontokan rambut dan kuku pecah
Tidak mendapat haid
Lanugo; rambut tipis yang tumbuh diseluruh kulit
Tidak dapat berkonsentrasi dan perasaan melayang
Anemia
Pembengkakan sendi
Tulang rapuh

Muntah yang dilakukan terus-menerus dan kekurangan nutrisi pada bulimia dapat menyebabkan :
Nyeri lambung
Kerusakan lambung dan ginjal
Kerusakan gigi (paparan terhadap asam lambung)
Tidak mendapat haid
Kekurangan elektrolit; kalium (dapat menyebabkan gangguan jantung)
“chipmunk cheeks”

Tanda Bahaya

Sementara banyak anak, terutama perempuan, khawatir akan dirinya, membandingkan dengan orang lain dan berbicara mengenai diet maka hal ini bukan berarti mereka mengalami gangguan makan. Anak dengan gangguan makan menunjukkan banyak perilaku yang tidak normal dan tanda-tanda fisik.

Seseorang dengan anoreksia dapat :
Menjadi sangat kurus
Terobsesi dengan makanan dan kontrol berat badan
Berulang-ulang menimbang berat badannya
Sangat hati-hati menghitung porsi makannya
Hanya makan makanan tertentu, menghindari makanan seperti daging, prodok susu
Berolahraga berlebihan
Merasa gemuk
Menarik diri dari aktifitas sosial, terutama jamuan makan dan perayaan yang melibatkan makanan
Depresi, lemas
http://milissehat.web.id/?p=413

Tidak ada komentar:

Posting Komentar