Polda: Kasus Bunuh Diri dengan Loncat dari Ketinggian Meningkat
Selasa, 15 Desember 2009 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mencatat aksi bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari ketinggian semakin marak terjadi di Jakarta tahun ini. Tahun ini saja sudah tercatat enam kali aksi bunuh diri dengan cara seperti itu.
"Sayangnya, kami belum memprosentasekan kejadian itu. Tapi dibanding tahun lalu, memang lebih banyak," kata Kepala Divisi Humas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar Boy Rafli Amar, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (15/12).
Seluruh kejadian tersebut, ia melanjutkan, sepenuhnya murni merupakan aksi bunuh diri. Polisi belum menemukan adanya indikasi kriminal dalam setiap kejadian menjatuhkan diri dari ketinggian di Jakarta.
Kecenderungan yang melatarbelakangi aksi itu adalah persoalan-persoalan psikologis, dan kesulitan hidup. "Karena tidak sanggup mengatasi, mereka memilih jalan pintas," ujar Boy.
Aksi bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari ketinggian, terakhir terjadi di Apartemen Gading River View, Tower 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (14/12), sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi serupa kembali terjadi di Apartemen Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (15/12), sekitar pukul 16.00 WIB. Pada dua peristiwa ini, seluruh korbannya adalah wanita.
Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa di Apartemen Gading River View, dipastikan sebagai aksi bunuh diri. Korban adalah Yani, 23 tahun, yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, di kamar nomor 1202, di apartemen tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Adex Yudiswan mengatakan pemicu aksi nekat itu adalah persoalan cinta. Yani, asal Pati, Jawa Tengah, itu nekat mengakhiri hidupnya karena mengetahui sang pacar telah beristreri dan memiliki anak.
"Padahal, hubungan korban dengan pacarnya sudah jauh," ujar Adex. "Sebab itu, korban menjadi depresi dan frustasi."
Menurut Adex, fenomena bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari ketinggian dipilih karena cara tersebut lebih mudah, aman, dan tanpa menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan. "Biasanya aksi itu akan dilakukan dari lantai enam ke atas, sehingga kalau jatuh dipastikan akan tewas," kata dia.
Pendapat saya mengenai masalah kasus bunuh diri ini seharusnya kepolisian memprioritaskan kasus bunuh diri untuk mengurangi dan mencegah korban yang lebih banyak lagi sehingga tidak ada korban yang berjatuhan. Melihat peristiwa bunuh diri yang terjadi banyak di sebabkan oleh faktor ekonomi,frustasi karena gagal cinta dan lain-lain.
Dengan banyak media masa ini banyak orang yang meniru tindakan bunuh diri seperti dengan cara meloncat dari gedung tinggi.Ada baiknya media masa tidak terlalu mempublikasikan kasus bunuh diri,karena memicu orang lain untuk melakukan tindakan hal yang sama yang bisa mengakibatkan korban jiwa yang semakin tinggi.
Dari segi faktor ekonomi seharusnya dari pemerintah membantu rakyat yang tidak mampu untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberi BLT secara merata kepada rakyat yang tidak mampu.Di jaman sekarang pemerintah mempersulit bantuan bagi rakyat yang kurang mampu dengan cara memperbelit birokrasi.
Untuk para pegelola gedung lebih hati-hati bila ada tindakan yang mencurigakan seperti memanjat pagar atau pembatas,lebih baik lagi untuk memasang CCTV di sudut-sudut gedung dan penjagaan yang lebih intens lagi.
Fahmi, W. Kasus Bunuh Diri dengan Loncat dari Ketinggian Meningkat. Diakses tanggal 28 Desember 2009. http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/12/15/brk,20091215-214010,id.html
Minggu, 27 Desember 2009
Minggu, 20 Desember 2009
penyalahgunakan memakai handphone
Handphone itu apa sih?tentu saja banyak orang yang sudah tau arti handphone itu sendiri.Handphone itu alat untuk membantu komunikasi dengan seseorang.handphone itu banyak fungsinya tetapi banyak juga orang lain yang suka menyalahgunakan pemakaian handphone itu sendiri,contohnya miaslkan anak remaja sekarang banyak menyimpan video-video bokep yang tidak pantas untuk di simpan karna video-video itu hanya bisa merusak pikiran kita ke arah negatif.handphone juga banyak untuk menipu seseorang atau mengatak-ngatakan orang lewat sms yang berisinya sangat tidak sopan dan sangat tidak pantas juga untuk dibaca.Tidak mungkin orang-orang tidak tahu kegunaan handphone,tetapi kenapa masih ada orang yang suka menayalahgunakan pemakaian handphone itu .Anak remaja sekarang rusak sejak ada handphone itu beredar,anak sd pun sekarang juga sudah banyak memakai handphone .boleh saja orang lain memakai handphone tetapi di gunakan untuk yang sewajarnya bukan untuk hal-hal yang dapat mengangu orang lain tidak merasa nyaman .
arti cinta yang tulus
Cinta tulus itu berasal dari dalam hati,yang dimana kita melihat seseorang dari hati dan kepribadian kita bukan dari segi fisik karna dari segi fisik itu cinta tidak tulus hanya memiliki karna dari segi kecantikan dam mengkagumi kita dari fisik yang kita punya.cinya yang melihat dari fisik itu cinta yang tidak abadi dan tidak lama.cintailah seseorang dengan tulus yang apa adanya itu bisa cinta yang abadi.remaja sekarang banyak memilih pasangannya di lihat daer segi fisik yang paling utama tetapi kenapa tidak pernah berpikir,belum tentu dari segi fisiknya bagus tetapi hatinya itu juga bagus,itu tidak bisa menjamin karna rata-rata setiap orang yang cantik dalam fisik banyak tidak cantik dari hatinya.Arti cinta yang tulus itu apa sih?banyak orang yang tidak mengerti arti cinta itu sendiri sebenarnya apa?banyak orang bisa merasakan cinta tetapi banyak orang yang tersakiti karna akan cintanya tidak setia dan belum bisa menerima pasangan kia dengan dalam keadaan apapun .banyak orang lain yang suka selingkuh dengan orang lain?itu sering terjadi,di karnakan dari pertamanya tidak mecintai seseorang dengan tulus.cinta itu bukan sebuah permainan tetapi sebuah tantangan yang di mana kita menemukan sesuatu permasalahan kita mencoba untuk menyelesaikan masalah itu dengan sabar.
dampak film terhadap anak-anak dan remaja sekarang
Para remaja dan anak-anak lainnya banyak terkena dampak bahaya film yang sering muncul.Film itu sebenarnya banyak dampak yang tidak bagus untuk para remaja,di karnakan para remaja sekarang banyak mengikuti gaya gaya di film.terutama bahaya bagi anak kecil,karna anak kecil sekarang sudah mulai terpengaruh akan dampak bahaya film yang di tonton.bagi orang tua extra lebih hati-hati untuk menontonkan film yang dewasa karna sangat berpengaruh.film-film sekarang sudah tidak mendidik,contohnya seperti film yang ada guna-guna atau santet,rakus akan kaya harta,ribut masalah pria dll.remaja banyak yang terpengaruh dan mengikuti cerita di film,tentu saja bukan hal yang positif yang di tiru hal yang negatif.gimana caranya kita tidak terpengaruh tetapi menonton film itu?
1.kita mempunyai berpikiran yang positif
2.kita tidak ada niat untuk mengikuti cara perilaku film tersebut
3.bagi anak kecil harus bimbingan orang tua.
mungkin dengan cara itu kita bisa menahan diri agar tidak mengikuti gaya film yang kita nonton itu.kita harus tau dampak bahayanya bila kita meniru gaya perilaku yang kita nonton tersebut film itu.kalau ada yang hal negatif jangan kita ikuti karna tidak buat kita,tetapi hal yang positif tentu saja kita ambil.
1.kita mempunyai berpikiran yang positif
2.kita tidak ada niat untuk mengikuti cara perilaku film tersebut
3.bagi anak kecil harus bimbingan orang tua.
mungkin dengan cara itu kita bisa menahan diri agar tidak mengikuti gaya film yang kita nonton itu.kita harus tau dampak bahayanya bila kita meniru gaya perilaku yang kita nonton tersebut film itu.kalau ada yang hal negatif jangan kita ikuti karna tidak buat kita,tetapi hal yang positif tentu saja kita ambil.
Selasa, 24 November 2009
akibat penayalahgunaan facebook
Siapa orang yang tidak kenal dengan facebook,yahoo messanger dll?semua orang pasti mengenalinya dan banyak yang sudah memakai situs itu di karnakan untuk menghibur dan mencari teman.tetapi kenapa banyak orang yang menyalahgunakan facebook itu?contohnya untuk membohongi orang lewat foto dan info profil.kita boleh memakai situs facebook tetapi bukan untuk di salahgunakan,manusia seperti itu tidak bermoral.Kita semua tau facebook itu hanya dunia maya dan semua orang banyak yang salah mengartikan facebook itu .Facebook itu bermanfaat untuk apa sih?salah satunya facebook itu untuk menambah teman atau rekan kerja dan untuk bisa mencari informasi.Zaman semakin maju dan teknologi yang semakin canggih tetapi kita tidak bisa dibutakan akan teknologi itu, karna kita sebagai manusia tidak boleh terjebak dan mempercayai dunia maya tersebut ,karna dunia maya itu hanya bikin hidup kita rusak .kenapa saya bisa menulis seperti ini atau di karnakan saya pernah mendengar salah satu orang yang sudah bekerja dan di dalam ia bekerja membuka situs facebook sehingga orang tersebut mengabaikan pekerjaanya sehingga orang tersebut itu meninggalkan pekerjaanya, akibat dari membuka facebook di saat waktu jam kerja ia mendapatkan kesalahan yang fatal .Janganlah menyalahgunakan situs facebook .
Sabtu, 21 November 2009
Pentingnya sopan santun
Sopan santun sangat penting di berbagai kalangan masyarakat dan kehidupan sehari-hari di karnakan kalau kita bersikap sopan terhadap orang lain itu terbukti kita menyayangi diri kita sendiri,karna kalau kita tidak bersikap sopan di mana saja kita mencerminkan diri kita jelek,kesopanan itu harus di lakukan di setiap saat dan dimana saja kita berada.Dalam segala bidang kehidupan masyarakat, sopan santun kita temukan bentuknya. Oleh karena itu, sopan santun sangatlah luas jangkauannya seluas bidang kehidupan yang dihadapi dan berhadapan dengan masyarakatnya. ‘Dihadapi’ dan ‘berhadapan’ secara mental maupun secara faktual (rohani/jasmani). Secara mental dapat berupa gagasan, penemuan, ide, niat dan sebagainya. Secara faktual dapat berupa peristiwa kehidupan nyata sehari-hari yang tentu saja tidak lepas dari masalah sopan santun.Dalam semua masyarakat, tua-muda, kaya-miskin, terpelajar-tidak terpelajar dapat ditemukan suatu bentuk sopan santun. Di samping itu, dari segala jaman dapat pula ditemukan bentuk-bentuk sopan santun. Sopan santun selalu bersama dengan semua masyarakat dan jamannya.
- Sopan santun di dalam keluarga
Sopan di dalam sebuah keluarga sangat penting,kalau kita ingin di hargai oleh keluarga kita,terlebih dahulu kita harus mengargai orang yang lebih tua dari pada kita,dan kesopanan itu juga termasuk mencerminkan sikap kita,dengan cara berbicara yang sopan dan lembut .
- Sopan di dalam pergaulan
Terkadang kita di dalam sebuah pergaulan cara tata bicara kita ada yang kurang enak di dengar karna dalam pergaulaun kita terbiasa sikap kita cuek tapi tidak sopan padahal sopan santun itu sangat penting untuk kita dan dimana saja,tetapai anak muda sekarang kurang begitu sadar akan kurangnya sopan santun ini .
-Sopan terhadap teman
Sangat penting sopan terhadap teman,banyak orang lain yang suka tidak menghargai teman sendiri,kalau berbicara sesuka hati tetapi kita tidak boleh seperti itu,kita harus sopan terhadap teman,meskipun dengan tetapi kia harus menjaga tata cara sikap kita .
Kesopanan itu sangat di perlukan dan harus di terapkan di mana saja kita berada,kalau kita tidak bersikap sopan secara tidak langsung itu mencerminkan sikap kita yang jelek .
- Sopan santun di dalam keluarga
Sopan di dalam sebuah keluarga sangat penting,kalau kita ingin di hargai oleh keluarga kita,terlebih dahulu kita harus mengargai orang yang lebih tua dari pada kita,dan kesopanan itu juga termasuk mencerminkan sikap kita,dengan cara berbicara yang sopan dan lembut .
- Sopan di dalam pergaulan
Terkadang kita di dalam sebuah pergaulan cara tata bicara kita ada yang kurang enak di dengar karna dalam pergaulaun kita terbiasa sikap kita cuek tapi tidak sopan padahal sopan santun itu sangat penting untuk kita dan dimana saja,tetapai anak muda sekarang kurang begitu sadar akan kurangnya sopan santun ini .
-Sopan terhadap teman
Sangat penting sopan terhadap teman,banyak orang lain yang suka tidak menghargai teman sendiri,kalau berbicara sesuka hati tetapi kita tidak boleh seperti itu,kita harus sopan terhadap teman,meskipun dengan tetapi kia harus menjaga tata cara sikap kita .
Kesopanan itu sangat di perlukan dan harus di terapkan di mana saja kita berada,kalau kita tidak bersikap sopan secara tidak langsung itu mencerminkan sikap kita yang jelek .
Minggu, 25 Oktober 2009
TUGAS KESEHATAN MENTAL
1. Pendapat Allport dalam membahas manusia
Individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa
lampau. Allport mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan, anak-anak, tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia menimbulkan pesimisme terhadap kemungkinanyang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi tingkah laku manusia itu. Sifat kompoleks yang ada pada manusia itu terlalu besar untuk dimengerti secraa sempurna oleh metode dan konsepsi ahli psikologi.
2. Perkembangan proprium sebagai dasar perkembangan kepribadian sehat
a. Diri Jasmaniah
kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri; perasaan tentang diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“ saya “ ) dan dunia sekitarnya. Berangsur-angsur, dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman-pengalaman perceptual, maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “ dalam saya “ dan hal-hal lain “ diluarnya “. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah.
b. Identitas Diri
Pada tingkat kedua perkembangan, muncullah perasaan identitas diri. Anak mulai sadar akan identitasnya yang berlangsung terus sebagai seorang yang terpisah. Anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin hari ini adalah bayangan dari orang yang sama seperti yang dilihatnya kemarin, dan percaya bahwa perasaan tentang ” saya atau ” ”diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah-ubah. Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.
c. Harga Diri
Tingkat ketiga dalam perkembangan proprium ialah timbulnya harga diri. Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu.
d. Perluasan Diri
Tingkat perkembangan diri berikutnya, perluasan diri, mulai sekitar usia 4 tahun, anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut.
e. Gambaran Diri
Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini (atau rangkaian gambaran–gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antara orang tua dan anak. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah laku-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain.
f. Diri Sebagai Perilaku Rasional
Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul, aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari
g. Perjuangan Diri
(Propriate Striving)
Dalam masa adolesensi,perjuangan proparium(propriate striving)-timgkat terakhir dalam perkembangan diri (selfood)-timbul.Allport percaya bahwa masa odelesensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan .Orang sibuk dalam mencari identitas yang baru ,sangat berbeda dari identitas –diri pada usia 2 tahun,pertanyaan ”Siapakah saya” adalah sangat penting .
3. Ciri kepribadian yang matang
a. Perluasan perasaan diri
Ketika pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-ilai dan cita–cita yang abstrak. Orang yang matang, dia akan mengembangkan perhatian – perhatian di luar diri. Menjadi seorang partisipan langsung dan penuh. Melakukan suatu aktivitas yang relevan dan penting bagi diri dan harus berarti. Diri menjadi tertanam dalam aktivitas-aktivitas yang penuh arti dan aktvitas ini yang menjadi perluasan diri.
b. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain :
- Kapasitas untuk keintiman.
Mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Hasil dari kapasitas keintiman dalah suatu perluasan diri yang berkembang baik. Orang mengungkapkan partisipasi otentik dengan orang yang dicintainya dan memperhatikan kesejahteraannya. Cinta dari orang yang sehat adlah tanoa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
- Kapasitas untuk perasaan terharu
Orang yang sehat memiliki kapsitas untuk memahami kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.
c. Keamanan emosional
Kepribadian yang matang mampu menerima emosi-emosi manusia; mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak bersembunyi dari emosi. Dapat mengontrol emosi, sehingga emosi tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi. Kontrol ini bukan merupakan represi tetapi emosi-emosi diarahkan kembali ke dalam saluran yang konstruktif.
d. Persepsi realistis
Orang yang matang memandang dunia mereka secara objektif. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.
e. Keterampilan–keterampilan dan tugas–tugas
Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tungkatan kemampuan. Menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatka diri sepenuhnya terhadap pekerjaan kita.
f. Pemahaman diri
Orang yang memiliki suatu pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain. Orang yang matang akan menjadi hakim yang saksama terhadap orang orang lain., dan dapat diterima dengan lebih baik oleh orang lain.
g. Filsafat hidup yang mempersatukan
Allport menekankan bahwa nilai-nilai adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Individu dapat memilih yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau mungkin nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang.
4. Perkembangan kepribadian self menurut Rogers
Self adalah apa yang individu rasakan pada dirinya sendiri. Self merupakan bagian keseluruhan pengalaman yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola–pola pengamatan dan penilaian sadar daripada “I” atau “me”.
Self ada 2, yaitu:
a. Ideal Self
→ Diri yang diharapkan oleh seseorang.
b. Reality Self
→ Kenyataan yang terdapat pada diri seseorang.
Self mempunyai bermacam-macam sifat :
a. Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkungannya.
b. Self mungkin menginteraksikan nilai–nilai orang lain dan mengamatinya dengan dalam cara yang tidak wajar.
c. Self menginginkan konsistensi.
d. Organisme bertingkah laku dalam cara yang selaras dengan self.
e. Pengalaman–pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
f. Self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan dan belajar.
syarat-syarat penghargaan, dia dapat mengambil bagian dalam kehidupan dengan bebas dan sepenuhnya. Diri adalah dalam dan luas, karena diri itu mengandung semua pikiran dan perasaan yang mampu diungkapkan orang itu dan diri juga fleksibel dan terbuka kepada pengalaman baru serta tidak ada bagian dari diri yang dilumpuhkan atau terhambat dalam ungkapannya.
Orang ini bebas dalam mengaktualisasi diri dan mengembangkan seluruh potensinya dan dapat maju ke tujuan terakhir, yakni menjadi orang yang berfungsi sepenuhnya.
b.
5. Peranan positif regards dalam kepribadian individu
Positive regards, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki
semua manusia. Terutama pada anak, dia terdorong untuk mencari positive regards. Jika dia tidak mendapatkannya dari ibu. Maka anak akan mengharapkan bimbingan tingkah laku dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena sudah kecewa, positive regards akan semakin menguat. Anak akan mengerahkan energi dan pikirannya. Bekerja keras untuk mendapatkan positive regards dengan mengorbankan aktualisasi dirinya. Karena anak mengembangkan sikap–sikap conditional positive regards maka dia menginternalisasikan sikap–sikap ibu. Maka sikap – sikap ibu diambil alih anak itu dan diterapkan kepada dirinya.
6. Ciri–ciri orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers
♦ Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya seseorang bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan dari luar disampaikan ke system syaraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Memiliki kepribadian yang fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman dalam kehidupan tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempata–kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
♦ Kehidupan Eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya setiap pengalaman segar dan baru, seperti belum pernah ada. Adanya kegembiraan karena selalu terbuka ke[ada setiap pengalaman. Kepribadian ini tidak kaku dan tidak dapat diramalkan. Setiap pengalaman merupakan suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sebagai respon pengalaman yang berikutnya.
♦ Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls–impuls yang muncul seketika dan intuitif. Tingkah laku yang spontanitas dan kebebasan. Memiliki jalan masuk untuk mengambil keputusan pada situasi tertentu. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan sehingga dapat diambil keputusan yang memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
♦ Perasaan Bebas
Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kepribadian yang bebas untuk memilih dan bertindak, tanpa adanya paksaan dan rintangan antara alternative pikiran dan tindakan. Serta memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya.
♦ Kreativitas
Orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Sebagaimana dikemukakan Rogers bahwa mengungkapkan diri mereka sebagai produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang. Bertingkah laku spontan, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus–stimulus kehidupan yang beraneka ragam. Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.
Sumber:
www.google.com
buku model-model kepribadian sehat ( Duane schultz)
Individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa
lampau. Allport mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan, anak-anak, tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia menimbulkan pesimisme terhadap kemungkinanyang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi tingkah laku manusia itu. Sifat kompoleks yang ada pada manusia itu terlalu besar untuk dimengerti secraa sempurna oleh metode dan konsepsi ahli psikologi.
2. Perkembangan proprium sebagai dasar perkembangan kepribadian sehat
a. Diri Jasmaniah
kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri; perasaan tentang diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan kita. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“ saya “ ) dan dunia sekitarnya. Berangsur-angsur, dengan makin bertambah kompleksnya belajar dan pengalaman-pengalaman perceptual, maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “ dalam saya “ dan hal-hal lain “ diluarnya “. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka muncullah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah.
b. Identitas Diri
Pada tingkat kedua perkembangan, muncullah perasaan identitas diri. Anak mulai sadar akan identitasnya yang berlangsung terus sebagai seorang yang terpisah. Anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin hari ini adalah bayangan dari orang yang sama seperti yang dilihatnya kemarin, dan percaya bahwa perasaan tentang ” saya atau ” ”diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah-ubah. Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yang lain di dunia.
c. Harga Diri
Tingkat ketiga dalam perkembangan proprium ialah timbulnya harga diri. Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Pada tingkat ini, anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan, memanipulasi dan mengubah lingkungan itu.
d. Perluasan Diri
Tingkat perkembangan diri berikutnya, perluasan diri, mulai sekitar usia 4 tahun, anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut.
e. Gambaran Diri
Gambaran diri berkembang pada tingkat berikutnya. Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Gambaran ini (atau rangkaian gambaran–gambaran) berkembang dari interaksi-interaksi antara orang tua dan anak. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orang tuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah laku-tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku-tingkah laku lain.
f. Diri Sebagai Perilaku Rasional
Setelah anak mulai sekolah, diri sebagai pelaku rasional mulai timbul, aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari
g. Perjuangan Diri
(Propriate Striving)
Dalam masa adolesensi,perjuangan proparium(propriate striving)-timgkat terakhir dalam perkembangan diri (selfood)-timbul.Allport percaya bahwa masa odelesensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan .Orang sibuk dalam mencari identitas yang baru ,sangat berbeda dari identitas –diri pada usia 2 tahun,pertanyaan ”Siapakah saya” adalah sangat penting .
3. Ciri kepribadian yang matang
a. Perluasan perasaan diri
Ketika pengalaman bertumbuh maka diri bertambah luas meliputi nilai-ilai dan cita–cita yang abstrak. Orang yang matang, dia akan mengembangkan perhatian – perhatian di luar diri. Menjadi seorang partisipan langsung dan penuh. Melakukan suatu aktivitas yang relevan dan penting bagi diri dan harus berarti. Diri menjadi tertanam dalam aktivitas-aktivitas yang penuh arti dan aktvitas ini yang menjadi perluasan diri.
b. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain :
- Kapasitas untuk keintiman.
Mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Hasil dari kapasitas keintiman dalah suatu perluasan diri yang berkembang baik. Orang mengungkapkan partisipasi otentik dengan orang yang dicintainya dan memperhatikan kesejahteraannya. Cinta dari orang yang sehat adlah tanoa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
- Kapasitas untuk perasaan terharu
Orang yang sehat memiliki kapsitas untuk memahami kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, kegagalan-kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.
c. Keamanan emosional
Kepribadian yang matang mampu menerima emosi-emosi manusia; mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak bersembunyi dari emosi. Dapat mengontrol emosi, sehingga emosi tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi. Kontrol ini bukan merupakan represi tetapi emosi-emosi diarahkan kembali ke dalam saluran yang konstruktif.
d. Persepsi realistis
Orang yang matang memandang dunia mereka secara objektif. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya.
e. Keterampilan–keterampilan dan tugas–tugas
Keberhasilan dalam pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tungkatan kemampuan. Menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatka diri sepenuhnya terhadap pekerjaan kita.
f. Pemahaman diri
Orang yang memiliki suatu pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negative kepada orang lain. Orang yang matang akan menjadi hakim yang saksama terhadap orang orang lain., dan dapat diterima dengan lebih baik oleh orang lain.
g. Filsafat hidup yang mempersatukan
Allport menekankan bahwa nilai-nilai adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Individu dapat memilih yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau mungkin nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang.
4. Perkembangan kepribadian self menurut Rogers
Self adalah apa yang individu rasakan pada dirinya sendiri. Self merupakan bagian keseluruhan pengalaman yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola–pola pengamatan dan penilaian sadar daripada “I” atau “me”.
Self ada 2, yaitu:
a. Ideal Self
→ Diri yang diharapkan oleh seseorang.
b. Reality Self
→ Kenyataan yang terdapat pada diri seseorang.
Self mempunyai bermacam-macam sifat :
a. Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkungannya.
b. Self mungkin menginteraksikan nilai–nilai orang lain dan mengamatinya dengan dalam cara yang tidak wajar.
c. Self menginginkan konsistensi.
d. Organisme bertingkah laku dalam cara yang selaras dengan self.
e. Pengalaman–pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
f. Self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan dan belajar.
syarat-syarat penghargaan, dia dapat mengambil bagian dalam kehidupan dengan bebas dan sepenuhnya. Diri adalah dalam dan luas, karena diri itu mengandung semua pikiran dan perasaan yang mampu diungkapkan orang itu dan diri juga fleksibel dan terbuka kepada pengalaman baru serta tidak ada bagian dari diri yang dilumpuhkan atau terhambat dalam ungkapannya.
Orang ini bebas dalam mengaktualisasi diri dan mengembangkan seluruh potensinya dan dapat maju ke tujuan terakhir, yakni menjadi orang yang berfungsi sepenuhnya.
b.
5. Peranan positif regards dalam kepribadian individu
Positive regards, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes, dimiliki
semua manusia. Terutama pada anak, dia terdorong untuk mencari positive regards. Jika dia tidak mendapatkannya dari ibu. Maka anak akan mengharapkan bimbingan tingkah laku dari orang lain, bukan dari dirinya sendiri. Karena sudah kecewa, positive regards akan semakin menguat. Anak akan mengerahkan energi dan pikirannya. Bekerja keras untuk mendapatkan positive regards dengan mengorbankan aktualisasi dirinya. Karena anak mengembangkan sikap–sikap conditional positive regards maka dia menginternalisasikan sikap–sikap ibu. Maka sikap – sikap ibu diambil alih anak itu dan diterapkan kepada dirinya.
6. Ciri–ciri orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers
♦ Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya seseorang bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan dari luar disampaikan ke system syaraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Memiliki kepribadian yang fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman dalam kehidupan tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempata–kesempatan persepsi atau ungkapan baru.
♦ Kehidupan Eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya setiap pengalaman segar dan baru, seperti belum pernah ada. Adanya kegembiraan karena selalu terbuka ke[ada setiap pengalaman. Kepribadian ini tidak kaku dan tidak dapat diramalkan. Setiap pengalaman merupakan suatu struktur yang dapat berubah dengan mudah sebagai respon pengalaman yang berikutnya.
♦ Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls–impuls yang muncul seketika dan intuitif. Tingkah laku yang spontanitas dan kebebasan. Memiliki jalan masuk untuk mengambil keputusan pada situasi tertentu. Semua faktor yang relevan diperhitungkan dan dipertimbangkan sehingga dapat diambil keputusan yang memuaskan semua segi situasi dengan sangat baik.
♦ Perasaan Bebas
Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kepribadian yang bebas untuk memilih dan bertindak, tanpa adanya paksaan dan rintangan antara alternative pikiran dan tindakan. Serta memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya.
♦ Kreativitas
Orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Sebagaimana dikemukakan Rogers bahwa mengungkapkan diri mereka sebagai produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang. Bertingkah laku spontan, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus–stimulus kehidupan yang beraneka ragam. Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.
Sumber:
www.google.com
buku model-model kepribadian sehat ( Duane schultz)
Langganan:
Postingan (Atom)
