Powered By Blogger

Sabtu, 23 April 2011

pengertian privasi,teritorialitas,ruang personal serta hubungan perilaku,lingkungan,dan kepribadian

A.PENGERTIAN PRIVASI, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain. adapun definisi lain dari privasi yaitu sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan pilihan atau kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan. privasi jangan dipandang hanya sebagai penarikan diri seseorang secara fisik terhadap pihak pihak lain dalam rangka menyepi saja.
B. FAKTOR – FAKTOR PRIVASI
1. faktor personal
Ada perbedaan jenis kelamin dalam privasi, dalam suatu penelitian pria lebih memilih ruangan yang terdapat tiga orang sedangkan wanita tidak memeprmasalahkanisi dalam ruangan itu. Menurut Maeshall prbedaan dalam latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan privasi.
2. faktor situasional
Kepuasan akan kebutuhan privasi sangat berhubungan dengan seberapa besar lingkungan mengijinkan orang-orang di dalamnya untuk mandiri.
3.faktor budaya
Pada penelitian tiap-tiap budaya tidak ditemukan perbedaan dalam banyaknya privasi yang diinginkan tetapi berbeda dalam cara bagaimana mereka mendapatkan privasi. Misalnya rumah orang jawa tidak terdapat pagar dan menghadap ke jalan, tinggal dirumah kecil dengan dindidng dari bamboo terdiri dari keluarga tunggal anak ayah dan ibu.
1.2
A. PENGERTIAN RUANG PERSONAL
istilah personal space pertama kali digunakan oleh katz pada tahun 1973 dan bukan merupakan sesuatu yang unik dalam istilah psikologi, karna istilah ini juga dipakai dalam bidang biologi, antropologi dan arsitektur. beberapa definisi ruang personal secara implist berdasarkan hasil hasill penelitian, antara lain : pertama, ruang personala dalah batas batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain. kedua, ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri. ketiga, pengaturan ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan diri kita keluar darinya sebagai perubahan situasi . keempat, ketika seseorang melanggar ruang personal orang lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres dan bahkan perkelahian. dengan inti definisi ruang personal sebagai batas yang tak terlihat yang mengelilingi kita, dimana orang lain tidak dapat melanggarnya.
Beberapa definisi ruang personal secara implisit berdasarkan hasil-hasil penelitian, antara lain:
a. Ruang personal adalah batas-batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain.
b. Ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri.
c. Pengaturan ruang personal mempakan proses dinamis yang memungkinkan diri kita keluar darinya sebagai suatu perubahan situasi.
d. Ketika seseorang melanggar ruang personal orang lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres, dan bahkan perkelahian.
e. Ruang personal berhubungan secara langsung dengan jarak-jarak antar manusia, walaupun ada tiga orientasi dari orang lain: berhadapan, saling membelakangi, dan searah.
Pengertian Teritorialitas
Holahan (dalam Iskandar, 1990), mengungkapkan bahwa teritorialitas adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan pemilikan atau tempat yang ditempatinya atau area yang sering melibatkan cirri pemiliknya dan pertahanan dari serangan orang lain. Degan demikian menurut Altman (1975) penghuni tempat tersebut dapat mengontrol daerahnya atau unitnya dengan benar, atau merupakan suatu territorial primer.
Menurut Lang (1987), terdapat empat karakter dari territorialitas, yaitu :
1. Kepemilikan atau hak dari suatu tempat
2. Personalisasi atau penandaan dari suatu area tertentu
3. Hak untuk mempertahankan diri dari ganggunan luar
4. Pengatur dari beberapa fungsi, mulai dari bertemunya kebutuhan dasra psikologis sampai kepada kepuasan  kognitif dan kebutuhan-kebutuhan estetika.


Menurut Altman membagi teritorialitas menjadi 3, yaitu;
1. teritorialitas primer
teori ini dimiliki serta dipergunakan secara khusus bagi pemiliknya. pelanggaran terhadap teritori utama ini akan mengangkibatkan timbulnya perlawanan dari pemiliknya dan ketidakmampuan untuk mempertahankan teritori utama ini akan mengakibatkan masalah yang serius terhadap aspek psikologis pemiliknya, yaitu dalam hal harga diri dan indentitasnya. Yang termasuk dalam teritorial ini adalah ruang kerja, ruang tidur, pekarangan, wilayah negara, dan sebagainya.


2. terotorial sekunder
teritori ini lebih longgar pemakaiannya dan pengontrolan oleh perorangan. Teritori ini dapat digunakan oleh orang lain yang masih di dalam kelompok ataupun orang yang mempunyai kepentingan kepada kelompok itu. Sifatnya adalah semi-publik.. Yang termasuk dalam teritorial ini adalah sirkulasi lalu lintas di dalam kantor, toilet, zona servis, dan sebagainya,


3. teritorial umum
digunakan oleh setiap orang dengan mengikuti aturan aturan yang lazim di dalam masyrakat dimana teritorial umum itu berada.Contohnya taman kota, tempat duduk dalam bis kota, gedung bioskop, ruang kuliah, dan sebagainya.

pengertian ruang personal
A. Pengertian Ruang Personal
Ruang personal adalah ruang di sekeliling individu, yang selalu dibawa orang kemana saja ia pergi dan orang akan merasa terganggu jika ruamg tersebut diinterferensi (Gifford, 1987). Artinya kebutuhan terhadap ruang personal terjadi ketika orang lain hadir.
Menurut Sommer(dalam Altman, 1975) ruang personal adalah daerah di sekeliling seseorang dengan batas-batas yang tidak jelas dimana seseorang tidak boleh memasukinya. Goffman (dalam Altman, 1975) menggambarkan ruang personal sebagai jarak atau daerah disekitar individu dimana jika dimasuki orang lain menyebabkan ia merasa batasnya dilanggar, merasa tidak senang dan kadang-kadang menarik diri. Beberapa definisi ruang personal secara implicit berdasarkan hasil-hasil penelitian, antara lain :
1.      Ruang personal adalah batas-batas yang tidak jelas antara seseorang dengan orang lain
2.      Ruang personal sesungguhnya berdekatan dengan diri sendiri
3.      Pengaturan ruang personal merupakan proses dinamis yang memungkinkan dari kita keluar darinya sebagai suatu perubahan situasi.
4.      Ketika seseorang melanggar ruang personal lain, maka dapat berakibat kecemasan, stres dan perkelahian.
5.      Ruang personal berhubungan secara langsung dengan jarak-jarak antar manusia.

B. Ruang Personal dan Perberdaan Budaya
Dalam lintas budaya yang berkaitan dengan ruang personal, Hall (dalam Altman, 1976) mengamati bahwa norma dan adat istiadat dari kelompok budaya dan etnik yang berbeda akan tercermin dari penggunaan ruang, seperti susunan perabot, konfigurasi tempat tinggal dan orientasi yang dijaga oleh individu satu dengan individu lainnya.
Watson (dalam Gifford, 1982) menegaskan bahwa budaya dapat dibagi menjadi dua yaitu budaya kontak dan budaya non kontak. Suatu studi menemukan pada bahwa siswa siswi dari bidaya kontak (Amerika Latin, Spanyol, dan Maroko) duduk berjauhan satu sama lain daripada siswa siswi dari kebudayaan non kontak (Amerika). Penelitian ini dibantah oleh Shuter.
Orang Costa Rika menyukai jarak personal yang lebih dekat daripada orang Panama atau Kolombia. Sussman dan Rosenfeld (dalam Gifford, 1987) menemukan bahwa orang Jepang menggunakan jarak personal yang lebih lebar daripada orang Amerika yang menggunakan lebih besar daripada orang Venezuela.
Hall (dalam Altman, 1976) menggambarkan bahwa kebudayaan Arab cenderung berorientasi kepada “kontak” dibandingkan dengan Eropa Utara dan Kebudayaan Barat. Jarak yang dekat dan isyarat-isyarat sentuhan, penciuman, dan panas tubuh tampaknya merupakan hal yang lazim dalam “budaya kontak”. Orang –orang Jepang menggunakan ruang secara teliti. Keluarga-keluarga Jepang memiliki banyak kontal interpersonal yang dekat; seringkali tidur bersama-sama dalam satu ruangan dengan susunan yang tidak beraturan atau melakukan berbagai aktivitas dalam ruang yang sama.

HUBUNGAN ANTARA  PRIVASI,RUANG PERSONAL,TERITORIALITAS
Dari ketiga pengertian diatas ini sangat berkaitan karena ini adalah sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari yang sering dipraktekan didalam lingkungan sekitar ini. Hubungan privasi dengan lingkungan adalah cara interaksi atau komunikasi dengan masyarakat lainnya yang tertutup dan terbuka. Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan didalam kehidupan di sekitar lingkungan.Sedangkan privasi dengan perilaku adalah cara interaksi kepada orang lain yang ingin disampaikan atau tidak ingin disampaikan kepada orang lain sehingga membentuk suatu perilaku seseorang yang tertutup atau terbuka,dan hubungan dengan kepribadian adalah suatu cara yang menimbulkan kepribadian seseorang yang dapat dilihat dari cara interaksinya,yang dimana cara interaksi kepada orang lain bias disampaikan. Hubungan ruang personal dengan lingkungan,perilaku,kepribadian adalah cara untuk mengatur ruang yang dimana suatu ruangan itu membuat diri menjadi merasa nyaman dan rileks sehingga kita pun merasa betah di dalam suatu ruangan tersebut dan menimbulkan suatu kepribadian yang tenang dan baik.Hubungan teritorialitas dengan lingkungan,perilaku,dan kepribadian adalah suatu tingkah laku yang diasosiasikan terhadap pemiliknya sehingga menimbulkan suatu cirri-ciri perilaku yang diinginkan dilingkungan sehingga bias membentuk suatu kepribadian

Jumat, 25 Maret 2011

kepadatan dan kessesakan pada lingkungan


KEPADATAN

Kesesakan ( crowding) kepadatan (densitiy) merupakan fenomena yang akan menimbulkan permasalahan bagi setiap negara didunia dimasa yang akan dating.
Hal ini di karenakan terbatasnya luas bumi dan potensi sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia , sementara perkembangan jumlah manusia di dunia tidak terbatas.
Kesesakan dan kepadatan yang timbul dari perkembangan jumlah manusia di dunia pada masa kini telah menimbulkan berbagai masalah social dibanyak Negara(misalnnya: Indonesia,cina,dan sebagainnya), baik permasalahan yang bersifat fisik maupun psikis dalam perspektif psikologis .
Kategori Kepadatan
Kepadatan dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori. Holahan (1982) menggolongkan kepadatan ke dalam dua kategori, yaitu kepadatan spasial (spatial density) yang terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit sedangkan sejumlah individu tetap, sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan menurunnya besar ruang dan kepadatan sosial (social density) yang terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi dengan penambahan besar atau luas ruangan sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan dengan bertambahnya individu.
Jain (1987) menyatakan bahwa setiap wilayah pemukiman memiliki tingkat kepadatan yang berbeda dengan jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian dan struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman, sehingga suatu wilayah pemukiman dapat dikatakan mempunyai kepadatan tinggi atau kepadatan rendah.
Taylor (dalam Gifford, 1982) mengatakan bahwa lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang sangat penting dalam mempengaruhi sikap, perilaku dan keadaan internal seseorang di suatu tempat tinggal. Oleh karena itu, individu yang bermukim di pemukiman dengan kepadatan yang berbeda mungkin menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda pula.
Menurut Sindstorm, kepadatan adalah sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan (dalam Wrightsman & Deaux, 1981). Suatu keadaan dikatakan semakin padat bila jumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan dengan luas ruangannya (Sarwono,1992). Kepadatan juga menyebabkan perubahan tingkah laku serta mempengaruhi psikologis serta kesehatan fisik seseorang.

Akibat-akibat Kepadatan Tinggi
Menurut Heimstra dan Mc Farling (1978) kepadatan memberikan akibat bagi manusia baik secara fisik, sosial maupun psikis. Akibat secara fisik yaitu reaksi fisik yang dirasakan individu seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penyakit fisik lain (Heimstra dan McFarling, 1978).
Akibat secara sosial antara lain adanya masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti meningkatnya kriminalitas dan kenakalan remaja (Heimstra dan McFarling, 1978; Gifford, 1978).
Akibat secara psikis antara lain :
a.         Stres, kepadatan tinggi dapat menumbuhkan perasaan negatif, rasa cemas, stres, (Jain, 1978) dan perubahan suasana hati (Holahan, 1978).
b.        Menarik diri, kepadatan tinggi menyebabkan individu cenderung untuk menarik diri dan kurang mau berinteraksi dengan lingkungan sosialnya (Heimstra dan McFarling, 1978; Holahan, 1982; Gifford, 1978).
c.         Perilaku menolong (perilaku prososial), kepadatan tinggi juga menurunkan keinginan individu untuk menolong atau member bantuan pada orang lain yang membutuhkan, terutama orang yang tidak dikenal (Holahan 1982; Fisher dkk., 1984).
d.        Kemampuan mengerjakan tugas, situasi padat menurunkan kemampuan individu untuk mengerjakan tugas-tugasnya pada saat tertentu (Holahan, 1982).
e.         Perilaku agresi, situasi padat yang dialami individu dapat menumbuhkan frustrasi dan kemarahan serta pada akhirnya akan terbentuk perilaku agresi (Heimstra dan McFarling, 1978; Holahan, 1982).

KESESAKAN

Kesesakan adalah persepsi individu terhadap keterbatasan ruang, bersifat psikis terjadi bila mekanisme privasi individu gagal berfungsi dengan baik.
1. Menurut Altman :
Kesesakan adalah suatu proses interpersonal pada tingkatan interaksi manusia dalam suatu pasangan atau kelompok kecil.
2. Menurut Baum dan Paulus :
Kepadatan dapat dirasa sebagai kesesakan atau tidak, ditentukan oleh penilaian individu berdasarkan :
a. Karakteristik setting fisik
b. Karakteristik setting social
c. Karakteristik personal
d. Kemampuan beradaptasi
3. Menurut Morris :
Kesesakan sebagai devisit suatu ruang.
4. Menurut Ancok :
Kesesakan timbul dari besar-kecilnya ukuran rumah yaitu menentukan besarnya rasio antara penghuni dan tempat (space) yang tersedia.
5. Menurut Stokols :
a. Kesesakan bukan social (nonsocial crowding)
Faktor-faktor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding.
b. Kesesakan social (social crowding)
Perasaan sesak mula-mula dating dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak.
c. Kesesakan molar (molar crowding)
Perasaan sesak yaitu dapat dihubungakan dengan skala luas, populaasi penduduk.
d. Kesesakan molekuer (molekuler crowding)
Perasaan sesak yaitu menganalisis mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian-kejadian interpersonal.
6. Menurut Rapoport :
Kesesakan adalah suatu evaluasi subjektif dimana besarnya ruang dirasa tidak mencukupi. Batasan kesesakan melibatkan persepsi seseorang terhadap keadaan ruang yang dikaitkan dengan kehadiran sejumlah manusia. Dimana ruang yang tersedia dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terlalu banyak.

A. Teori-Teori kesesakan
1. Teoari Beban Stimulus
Kesesakan akan terjadi bila stimulus yang diterima individu terlalu banyak (melebihi kapasitas kognitifnya) sehingga timbul kegagalan dalam memproses stimulus atau info dari lingkungan.
Menurut Keating, Stimulus adalah hadirnya banyak orang dan aspek-aspek interaksinya, kondisi lingkunga fisik yang menyebabkan kepadatan social. Informasi yang berlebihan dapat terjadi karena :
a. Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan
b. Jarak antar individu (dalam arti fisik) yang terlalu dekat
c. Suatu percakapan yang tidak dikehendaki
d. Terlalu banyak mitra interaksi
e. Interaksi yang terjadi dirasa terlalu dalam atau terlalu lama
2. Teori Ekologi
Membahas kesesakan dari sudut proses social
a. Menurut Micklin :
Sifat-sifat umum model pada ekologi manusia :
1. Teori ekologi perilaku : Fokus pada hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan.
2. Unit analisisnya : Kelompok social, bukan individu dan organisasi social memegang peranan penting
3. Menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber-sumber material dan sosial
b. Menurut Wicker :
Teori Manning : Kesesakan tidak dapat dipisahkan dari factor setting dimana hal itu terjadi.
3. Teori Kendala Perilaku
Kesesakan terjadi karena adanya kepadatan sedemikian rupa sehingga individu merasa terhambat untuk melakukan sesuatu.Kesesakan akan terjadi bila system regulasi privasi seseorang tidak berjalan secara efektif lebih banyak kontak social yang tidak diinginkan. Kesesakan timbul karena ada usaha-usaha yang terlalu banyak, yang butuh energy fisik maupun psikis, guna mengatur tingkat interaksi yang diinginkan.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesesakan
1. Faktor Personal
a. Kontrol Pribadi dan Locus Of Control; Selligman, dkk :
Kepadatan meningkat bias menghasilkan kesesakan bila individu sudah tidak punya control terhadap lingkungan sekitarnya. Control pribadi dapat mengurangi kesesakan. Locus Of Control ibternal : Kecendrungan individu untuk mempercayai (atau tidak mempercayai) bahwa keadaab yang ada di dalam dirinya lah yang berpengaruh kedalam kehidupannya.
b. Budaya, pengalaman dan proses adaptasi
Menurut Sundstrom : Pengalaman pribadi dalam kondisi padat mempengaruhi tingkat toleransi.
Menurut Yusuf : Kepadatan meningkat menyebabkan timbulnya kreatifitas sebagai intervensi atau upaya menekankan perasaan sesak.
c. Jenis kelamin dan usia
Pria lebih reaktif terhadap kondisi sesak
Perkembangan, gejala reaktif terhadap kesesakan timbul pada individu usia muda.
2. Faktor Sosial
a. Kehadiran dan perilaku orang lain
b. Formasi koalisi
c. Kualitas hubungan
d. Informasi yang tersedia
3. Faktor Fisik
- Goves dan Hughes : Kesesakan didalamnya rumah berhubungan dengan factor-faktor fisik, jenis rumah, urutan lantai, ukuran, suasan sekitar.
- Altman dan Bell, dkk : Suara gaduh,panas, polusi, sifat lingkungan, tipe suasana, karakteristik setting mempengaruhi kesesakan.

C. Pengaruh Kesesakan terhadap Perilaku
Lingkungan sesak => aktifitas seseorang terganggu => interaksi interpersonal yang tidak diinginkan => mengganggu individu mencapai tujuan => gangguan norma meningkat ketidaknyamanan => penarikan diri dan menurunnya kualitas hidup.
Pengaruh Negatif Kesesakan ;
Penurunan-penurunan Psikologis : perasaan kurang nyaman, stress, cemas, suasana hati yang kurang baik, prestasi menurun, agresifitas meningkat, dan lain-lain.
Malfungsi Fisiologis : Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung, penyakit-penyakit fisik.
Hubungan Sosial Individu : Kenakalan remaja, menurunnya sikap gotong royong, menarik diri, berkurangnya intensitas hubungan social, dll.
Contoh dari kesesakan dan kepadatan akibat penduduk yang makin padat:
Masalah kependudukan atau lebih tepatnya kepadatan penduduk yang melanda hampir di semua Negara di dunia ini. Semua orang yang berda di wilayah jawa hamper pindah ke Jakarta ingin mencari suatu pekerjaan, bertambah banyaknya penduduk yang ada di Indonesia dan sedikitnya lowongan-lowongan pekerjaan, sehingga bertumpuknya suatu penduduk di wilayah Indonesia.
Referensi :
Dharma, Agus.Teori Arsitektur 3.Jakarta:Gunadarma,1998.

Selasa, 22 Februari 2011

Perubahan perilaku penyalahgunaan alkoholik .


Perilaku Penyalahgunaan Alkohol

Dalam interaksi antara individu dengan suatu lingkungan bisa terjadi perubahan perilaku yang bisa menyimpang positif dan negative,yang terjadi dalam interaksi antara lingkungan yaitu perubahan perilaku Penyalahgunaan alcohol.di lingkungan tersebut sangat mempengaruhi untuk merubah perilaku seseorang,masuk ke dalam lingkungan clubbing yang jelas di sana banyak sekali efek-efek yang sangat negative kenal dengan namanya miras,narkoba,dan juga sex bebas.orang yang sudah pernah masuk dalam kehidupan clubbing pasti akan merasa ketagihan sehingga secara refleks orang itu tersebut ingin mencoba apapun itu yang semua ada di dalam tempat itu,perubahan perilaku itu terjadi akibat salah satu factor dari lingkungan tersebut dan dimana orang itu tersebut sudah kenal atau pernah masuk dalam kehidupan clubbing dengan sendiri orang tersebut itu akan mendapatkan teman-teman yang sama sikapnya seperti orang tersebut itu.penyalahgunaan alcohol Merupakan penyakit sosial yang dapat menimbulkan penyimpangan perilaku, agama, moral, psikologi dan kesehatan. Alkohol menawarkan solusi yang seketika dari masalah yang dihadapi seseorang, pada kenyataan sebenarnya akan menimbulkan masalah yang berlipat ganda karena berefek kecanduan. alkohol bekerja dengan sistem menekan aktifitas susunan saraf pusat.
Dalam jumlah yang sedikit akan mempengaruhi pusat pengendalian diri dari otak yang menyebabkan rasa malu peminum alkohol berkurang, sehingga akan lebih berani berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, dan juga menghilangkan rasa cemas.
Sebelum kita mengetahui lebih jauh penyebab, dampak dan solusi dari penyalahgunaan alkohol, mari kita melihat ciri – ciri orang yang terpengaruh dengan minuman keras, yaitu: sempoyongan, berbicara menjadi tidak jelas (cadel), daya ingat dan kemampuan menilai sesuatu terganggu untuk sementara waktu.
Dalam jumlah lebih banyak lagi dapat menimbulkan koma bahkan kematian.
 Pada intoksikasi (keracunan), lebih dikenal dengan istilah mabuk, terlihat gejala: pembicaraan cadel, banyak bicara, koordinasi motorik terganggu (jalan sempoyongan), bola mata bergerak-gerak ke samping (nystagmus),Mata merah, terjadi perubahan alam perasaan,mudahmarah.

Penyebab penyalahgunaan alcohol :

1.Dari lingkungan keluarga :

  1. Kurangnya perhatian dan waktu yang diberikan untuk anak, baik dalam rangka pendidikan maupun memelihara hubungan kemesraan dalam keluarga.
    • . Broken home (perpecahan keluarga), kehidupan keluarga yang tidak harmonis.
    •   Rapuhnya nilai-nilai / norma-norma keluarga,

2.Dari lingkungan masyarakat :

  • . Kurangnya pelaksanaan ajaran-ajaran agama secara konsekuen.
  •   Masyarakat yang kurang memperoleh pendidikan
  •   Kurangnya pengawasan terhadap remaja
  •   Pengaruh norma-norma baru dari luar
3. Dari dalam diri individu
  • . Lemahnya pertahanan diri
  • . Kurang kemampuan penyesuaian diri
  • . Kurangnya dasar-dasar keimanan di dalam diri remaja

Penyalahgunaan alkohol memiliki dampak di berbagai segi, diantaranya:
- kesehatan Fisik: Jelas sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan jika konsumsi dilakukan dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan gangguan hati, pankreas dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

- Psikologis : Dalam konsumsi yang berlebihan dan waktu cukup lama akan merusak jaringan otak yang dapat menimbulkan gangguan penurunan daya ingat dan kemampuan Belajar, bahkan dapat menimbulkan gangguan kejiwaan.

- Fungsi sosial: seseorang yang berlebihan dalam mengkonsumsi minuman keras akan menyebabkan suasana perasaan yang mudah marah yang pada akhirnya dapat mengganggu kemampuan dalam bermasyarakat. Bahkan telah terbukti bahwa alkohol meningkatkan kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan kriminal dan meningkatkan jumlah kecelakaan lalu lintas.

GEJALA

Efek biologis

Alkohol dengan cepat diserap dari usus halus ke dalam peredaran darah.
Penyerapan alkohol terjadi lebih cepat dibandingkan metabolisme dan pembuangannya dari tubuh, sehingga kadar alkohol dalam darah meningkat dengan cepat.

Sejumlah kecil alkohol dalam darah dibuang ke dalam air kemih, keringat dan udara pernafasan.
Sebagian besar alkohol dimetabolisme di hati dan menghasilkan sekitar 210 kalori/100 gram (7 kalori per mililiter) dari alkohol murni yang diminum.

Alkohol segera menekan fungsi otak; seberapa beratnya tergantung kepada kadarnya di dalam darah; semakin tinggi kadarnya, semakin berat gangguan yang terjadi.
Kadar alkohol dapat diukur dalam darah atau dapat diperkirakan dengan mengukur jumlahnya dalam contoh udara yang dihembuskan.

Penggunaan alkohol jangka jumlah yang berlebihan bisa merusak berbagai organ di tubuh, terutama hati, otak dan jantung.
Alkohol cenderung menyebabkan toleransi, sehingga seseorang yang secara teratur minum lebih dari 2 gelas alkohol/hari, bisa mengkonsumsi alkohol lebih banyak daripada non-alkoholik, tanpa mengalami intoksikasi.

Pecandu alkohol juga dapat menjadi toleransi terhadap obat-obatan anti-depresi lainnya.
Sebagai contoh, pecandu yang minum barbiturat/benzodiazepin biasanya membutuhkan dosis yang lebih besar untuk memperoleh efek pengobatannya.

Toleransi tampaknya tidak merubah cara metabolisme atau pembuangan alkohol.
Alkohol bahkan menyebabkan otak dan jaringan lainnya menyesuaikan diri dengan kehadiran alkohol.

Bila seorang pecandu tiba-tiba berhenti minum, akan terjadi gejala putus obat.
Sindroma putus obat alkohol biasanya dimulai dalam 12-48 jam setelah seseorang berhenti meminum alkohol.

Gejalanya meliputi gemetar, lemah, berkeringat dan mual.
Beberapa pecandu mengalami kejang (diseburt epilepsi alkoholisme).

Peminum berat yang berhenti minum bisa mengalami halusinasi alkohol.
Mereka mengalami halusinasi dan mendengar suara-suara yang tampaknya menuduh dan mengancam, menyebabkan ketakutan dan teror.
Halusinasi alkohol bisa berlangsung berhari-hari dan dapat dikendalikan dengan obat-obatan anti-psikosa (seperti klorpromazin atau tioridazin).

Jika tidak diobati, gejala putus alkohol dapat menyebabkan sekumpulan gejala yang lebih serius yang disebut Delirium Tremens (DTs).
DTs biasanya tidak segera terjadi, tetapi muncul sekitar 2-10 hari setelah berhenti minum.

Pada DTs, pecandu pada awalnya merasakan cemas, kemudian terjadi kebingungan, sulit tidur, mimpi buruk, keringat berlebihan dan depresi berat.
Denyut nadi cenderung menjadi lebih cepat.
Bisa terjadi demam.

Episode ini bisa meningkat menjadi halusinasi, ilusi yang menimbulkan rasa takut dan gelisah dan disorientasi terhadap halusinasi lihat yang menimbulkan teror.
Benda yang terlihat dalam cahaya terang menimbulkan rasa takut.
Pada akhirnya, penderita menjadi sangat kebingungan dan mengalami disorientasi berat.

Penderita DTs kadang merasa lantai bergerak, dinding roboh dan ruangan berputar.
Tangan menjadi gemetar yang kadang menjalar ke kepala dan seluruh tubuh, dan sebagian besar penderita menjadi sangat tidak terkoordinasi.
DTs bisa berakibat fatal, apalagi jika tidak diobat.

Masalah lainnya secara langsung berhubungan dengan efek racun dari alkohol terhadap otak dan hati.
Kerusakan hati karena alkohol menyebabkan hati tidak mampu membuang bahan-bahan racun dari dalam tubuh sehingga menyebabkan koma hepatikum.

Pecandu yang mengalami koma hepatikum, tampak mengantuk, setengah sadar dan kebingungan, dan biasanya tangannya gemetar.
Koma hepatikum bisa berakibat fatal dan harus segera diobati.

Sindroma Korsakoff (Psikosa Amnesik Korsakoff) biasanya terjadi pada pecandu yang meminum sejumlah besar alkohol secara rutin, terutama yang mengalami malnutrisi (kurang gizi) dan kekurangan vitamin B (terutama tiamin).
Penderita mengalami kehilangan ingatan jangka pendeknya.
Ingatannya sangat buruk sehingga penderita sering mengarang-ngarang cerita untuk menutupi kemampuan ingatnnya yang berkurang.
Sindroma Korsakoff kadang terjadi setelah serangan DTs.

Beberapa penderita sindroma Korsakoff juga menderita ensefalopati Wernicke, dengan gejala-gejala berikut:
  •  pergerakan mata yang abnormal
  • kebingungan
  •  pergerakan yang tidak terkoordinasi
  •   fungsi saraf yang abnormal.
Jika tidak segera mengatasi kekurangan vitamin B, sindroma Korsakoff bisa berakibat fatal.

Pada wanita hamil, riwayat penggunaan alkohol yang berat dan menahun, dapat dihubungkan dengan cacat lahir yang berat pada janin yang sedang tumbuh.
Bayi akan lahir dengan berat yang rendah, tubuh yang pendek, ukuran kepala yang kecil, kerusakan jantung, kerusakan otot dan tingkat kecerdasan yang rendah atau keterbelakangan mental.
Pada peminum ringan, kelainan tersebut tidak akan terjadi.


PENGOBATAN

Alkoholik yang menderita gejala putus obat biasanya mengobati dirinya
Denganmeminumlagi.
Beberapa penderita mencari penyelesaian medis karena mereka tidak ingin berlanjut minum minuman keras atau karena gejala putus obatnya terlalu berat.

Pada kasus ini, pertama-tama diperiksa kemungkinan cedera kepala yang terjadi karena komplikasinya.
Kemudian digambarkan jenis gejala putus obatnya, ditentukan berapa banyak seseorang biasanya minum dan dicari tahu kapan terakhir minum.

Karena kekurangan vitamin menyebabkan gejala putus obat yang mengancam jiwa, maka dokter unit gawat darurat biasanya memberikan memberikan vitamin B kompleks (terutama tiamin) dan vitamin C dosis besar lewat infus.
Cairan infus, magnesium dan glukosa sering diberikan untuk mencegah beberapa gejala putus obat dan untuk menghindari dehidrasi.

Diberikan benzodiazepin selama beberapa hari untuk menenangkan dan membantu mencegah gejala putus obat.

Obat-obatan anti-psikosa umumnya diberikan untuk sejumlah kecil pecandu dengan halusinasi alkoholik.

DTs bisa berakibat fatal dan diobati dengan lebih agresif untuk mengendalikan demam tinggi dan agitasi yang berat.
Biasanya diperlukan cairan infus, obat penurun panas (seperti asetaminofen), obat penenang dan pengawasan yang ketat.
Dengan pengobatan tersebut, DTs biasanya akan menghilang dalam waktu 12-24 jam setelah timbulnya gejala.

Setelah masalah medis darurat berhasil diatasi, program detoksikasi dan rehabilitasi harus dimulai.
Pada tahap pertama pengobatan, alkohol sama sekali tidak digunakan.
Kemudian seorang pecandu harus mengubah perilakunya.
Tanpa bantuan, sebagian besar pecandu akan kambuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Pengobatan kelompok dipercaya lebih baik dari pada penyuluhan dari orang ke orang, tetapi pengobatannya harus disesuaikan dengan individu pecandu.
Dukungan dari anggota keluarga sangat diperlukan.



Terapi obat-obatan

Kadang-kadang seorang alkoholik bisa menghindari minum alkohol dengan mengkonsumsi obat tertentu.
Disulfiram (antabuse) bisa diperoleh dengan resep dokter.
Obat ini terlibat dalam metabolisme alkohol, membentuk asetaldehid, suatu metabolit alkohol yang terdapat dalam darah.

Asetaldehid merupakan racun dan menyebabkan kemerahan pada wajah, sakit kepala berdenyut, denyut jantung yang cepat, pernafasan cepat dan berkeringat dalam waktu 5-15 menit seteleh minum alkohol.
30-60 menit kemudian terjadi mual dan muntah-muntah.
Reaksi ini terjadi selama 1-3 jam.

Timbulnya reaksi tersebut (karena minum alkohol setelah menelan disulfiram), sangat menyiksa, sehingga pecandu memilih menghindari alkohol.

Alkoholik yang baru pulih, tidak dapat langsung mengkonsumsi disulfiram setelah berhenti minum alkohol; obat ini hanya diminum setelah beberapa hari tidak minum alkohol.
Disulfiram bisa mempengaruhi metabolisme alkohol sampai 3-7 hari setelah dosis terakhir obat ini.

Beratnya reaksi terhadap alkohol yang berhubungan dengan pengobatan, menyebabkan disulfiram tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau pecandu yang memiliki penyakit yang serius.

Obat lainnya adalah naltrekson, yang bisa membantu mengurangi ketergantungan pecandu jika digunakan sebagai bagian dari program pengobatan menyeluruh.
Naltrekson merubah efek alkohol pada endorfin tertentu di otak, yang mungkin berhubungan dengan keinginan untuk minum alkohol.



Solusi
 
1. Dari diri individu
  • . Perlu adanya niat dari dalam diri individu untuk berslogan “Katakan Tidak Untuk Alkohol”
  •   Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E. sehingga menjauhi barang haram tersebut.

2. Dari Pihak keluarga
  •   Memberikan perhatian dan memelihara hubungan kemesraan antar anggota keluarga.
  • . Lebih Menanamkan nilai – nilai agama dalam keluarga.
  • . Orang tua memberikan pengetahuan dini mengenai resiko dari penyalahgunaan alcohol.

3. Dari Lingkungan masyarakat sekitar
  • . Meningkatkan pengawasan dan control terhadap perilaku minum – minuman keras
  • . Mengadakan kerjasama antara perangkat desa dengan LSM untuk memberikan penyuluhan tentang resiko penyalahgunaan alcohol dan arti pentingnya menjaga kesehatan.

4. Dari Instansi kesehatan
  • a. Melakukan promosi kesehatan melalui media informasi tentang resiko penyalahgunaan alkohol dan perilaku hidup sehat.

Sabtu, 27 November 2010

Kehidupan Baru untuk Korban Bencana Alam

Seperti kita ketahui akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang menimpa negeri kita tercinta. Ada banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan juga meletusnya gunung Merapi yang memakan banyak korban jiwa serta menghancurkan banyak rumah warga dan fasilitas umum. Beberapa faktor penyebab terjadinya bencana-bencana tersebut adalah rusaknya alat pendeteksi pemantau bencana, human error, juga faktor alam.
Dikutip dari tempointerkatif.com gunung merapi mengalami uninterrupted eruption atau erupsi tak terputus pada tahun 2010 ini. Erupsi yang bersifat ekspolif 26 Oktober lalu mengalami jeda, tetapi mulai rabu (3/11) erupsi terjadi terus-menerus hingga sabtu (6/11).
Erupsi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang cukup menyulitkan para relawan untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah yang tertimbun abu vulkanik merapi. Tidak hanya itu pengevakuasian terhadap korban di Mentawai pun terhambat karena sulitnya menjangkau daerah yang diluluhlantahkan oleh tsunami tersebut.
Data yang kami dapat menyatakan bahwa dari bencana-bencana tersebut penanganan akan korban-korban jiwa sangatlah lambat. Hal ini dikarenakan keterbatasannya alat bantu dan tim evakuasi. Keterbatasan-keterbatasan ini juga dipicu dari kurangya perhatian dari pemerintah yang bersangkutan.
Menurut kami, ketika status waspada diinformasikan. Antisipasi pertama seharusnya dilakukan sejak awal diumumkannya batas aman. Batas aman yang ditentukan seharusnya sejauh mungkin dari puncak gunung Merapi. Penanganan yang baik adalah penanganan yang tanggap darurat. Maksudnya, baik pemerintah setempat, tim evakuasi dan alat pemantau berjalan beriringan dengan baik sehingga jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir. Penanganan juga dilakukan di tempat pengungsian para korban bencana merapi contoh penanganannya adalah dengan menyediakan pengungsian yang layak seperti tersedianya MCK, selimut, makanan yang bergizi, baju layak pakai, pembalut, pakaian dalam, popok untuk anak-anak dan dewasa dan susu untuk bayi, obat- obatan dan tersedianya penanganan secara medis bagi korban merapi. Tempat pengungsian yang layak menurut kelompok kami adalah jika wanita dan anak – anak di bedakan dengan laki – laki dewasa agar tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan misalnya pelecehan seksual terhadap wanita dan anak – anak. Penanganan secara psikologis juga sangat diperlukan bagi para korban bencana merapi. Fungsi penanganan secara psikologis adalah untuk memberikan motivasi kepada mereka bahwa hidup harus terus berjalan, fungsi selanjutnya adalah berguna untuk menghilangkan trauma mendalam terutama pada anak – anak dan wanita. Contoh penanganan untuk anak –anak seperti mengajak bermain agar mereka merasa terhibur. Penanganan untuk orang dewasa seperti mendengarkan keluh kesah mereka, bersikap empati (mengerti dan memahami keadaan mereka).
Pengertian relokasi menurut kami terbagi menjadi dua yaitu pembangunan kembali di daerah atau tempat tinggal asal dengan catatan bahwa tempat tinggal tersebut dinyatakan aman kembali dan pemindahan di tempat tinggal yang baru dengan melihat bagaimana masyarakat Merapi, Mentawai dan Wasior mampu beradaptasi dengan situasi yang baru dan kelayakan kehidupan (pekerjaan dan pendidikan).
“Pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memindahkan seluruh mayarakat di lereng Merapi karena ada keterikatan emosional yang kuat diantara mereka dengan gunung merapi. Bagaimana caranya memindahkan orang yang sudah turun menurun tinggal didaerah tersebut. Mereka akan mencari makan di lereng Merapi. Perlu kearifan lokal dan harus melibatkan tokoh masyarakat jika pemerintah terus memaksakan kehendaknya untuk melakukan relokasi terhadap masyarakat di Lereng Merapi. Selain tindakan tegas pemerintah juga harus melibatkan tokoh yang disegani di masyarajkat di sekitar lereng merapi agar mereka mau dipindahkan. Dan pemerintah juga harus memberikan kompensasi yang jelas tidak mengubar janji terus menerus” tutur Ketua Umum DPP LDII, Prof.Dr.KH Abdullah Syam yang dikutip dalam republika.co.id.
Dari kutipan diatas kami menyimpulkan bahwa untuk pengrelokasian korban Mentawai dilakukan di daerah pantai namun, dengan jarak yang tidak terlalu dekat dengan bibir pantai karena kehidupan mereka yang sebagian besar adalah bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menyediakan fasilitas atau peralatan yang biasa mereka gunakan. Sedangkan untuk pengrelokasian terhadap korban merapi yaitu tetap membangun pemukiman di tempat tinggal awal karena mereka memiliki suatu kebiasaan atau adat istiadat serta keterikatan psikologis yang tidak dapat dipisahkan dari merapi. Pemukiman yang di bangun semestinya sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka. Pengrelokasian ini juga hendakya memperhatikan keberfungsian alat pemantau bencana agar setidaknya mengurangi jatuhnya korban jiwa. Pembangunan kepercayaan diri serta motivasi juga sangat diperlukan agar mereka mau bangkit untuk melanjutkan hidup.
 NAMA KELOMPOK :
  • Aryanti ( 10508250 )
  • Irma Retno Juwika ( 10508113 )
  • Nani Yuliani ( 10508149 )
  • Regian Amanah R ( 10508256 )
  • Siti Lini Falihah ( 10508212 )

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tugas Psikologi Kelompok

Nama Kelompok:
1. Aryanti
2. Irma Retno Juwika
3. Nani Yuliani
4. Regian Amanah Rahmawati
5. Siti Lini Falihah

http://www.ziddu.com/download/12306145/PSKOLOGIKELOMPOK.doc.html

Jumat, 08 Oktober 2010

posyandu

Tema : Posyandu


Latar Belakang : Posyandu adalah sebuah tempat imunisasi bagi ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil.di dalam posyandu ini banyak memiliki sebuah keuntungan yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang memiliki anak kecil,sehingga kita bisa mengetahui perkembangan anak kita,tetapi ibu-ibu zaman sekarang sulit untuk membawa anaknya ke posyandu padahal itu sangat penting untuk anaknya tersebut.


Sejarah : Posyandu ini dinamakan “POSYANDU TULIP” .Terbentuk pada tanggal 2oktober 1992 dan diketuai oleh ibu Muharam.ibu muharam mengadakan rapat untuk meminta persetujuan dan dukungan dari ibu-ibu dilingkunganya,agar ibu muharam lebih semangat lebih untuk mendirikan sebuah posyandu itu.untuk memicu ibu muharam berniat mendirikan sebuah posyandu karena beliau sering melihat ibu-ibu lainya kesulitan untuk membawa balitanya ke posyandu dikarenakan letaknya yang jauh dari posyandu tersebut,setiap beliau menemukan ibu-ibu yang berada dekat dengan rumahnya,beliau menanyakan apakah anaknya sudah diimunisasi dan ternyata belum,dan sehingga beliau bertambah semangat untuk mendirikan sebuah posyandu dan akhirnya ibu muharam meminta izin kepada kelurahan,kecamatan,rt dan rw setempat.setelah itu beberapa bulan berikutnya ibu muharam mendapatkan sebuah info yang sangat penting,yaitu permintaan izin untuk mendirikan posyandu dari kelurahan.setelah ibu muharam mendapatkan izin beliau langsung membentuk suatu kadar-kadar posyandu untuk membantu beliau untuk bersama-sama menjalani posyandu ini

Perkembangan : di bentuknya suatu kadar-kadar posyandu tadinya berjumlah sedikit dan tambah lama semakin bertambah dan posyandu tentu saja berkembang menjadi lebih baik dan sangat pesat dan sehingga ibu-ibu lainya semakin mengerti arti sebuah posyandu itu sendiri dan lebih mengetahui seberapa pentingnya imunisasi bagi anak .setiap bulanya secara rutin ibu-ibu sudah banyak untuk membawa balitanya untuk diimunisasi .

Achievment : kadar-kadar di posyandu kami mendapatkan sebuah penghargaan dikelurahan dan kecamatan karena telah berkembang pesatnya posyandu tulip ini,sehingga dana yang disumbangkan tidak sia-sia dan didalam posyandu tulip ini sangat menjaga kekompakan ,karena arti kompak bagi ibu-ibu yang sudah membantu mendirikan posyandu bisa mendapatkan sebuah penghargaan .
Konflik yang sering terjadi didalam posyandu kami terhadap ibu-ibu yang mempunyai balita yang untuk di imunisasi,tekadang ibu yang mempunyai balita sering protes kepada kadar kadar posyandu kami karena badan balita suka panas setiap diimunisas,tetapi tetap kadar-kadar diposyandu kami tidak resah atas protesnya ibu tersebut,dihadapi dan diterangkan dengan tenang sehingga ibu-ibu yang mempunyai balita tersebut dapat mengerti dengan baik .

Minggu, 06 Juni 2010

tulisan self injury

@TULISAN



ALL >> Self Improvement >> Motivation
Self-Injury: Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Ada potret sederhana seseorang yang dengan sengaja melukai diri sendiri. Perilaku ini tidak dibatasi oleh jenis kelamin, ras, pendidikan, umur, orientasi seksual, sosial-ekonomi, atau agama. Namun, ada beberapa faktor biasa terlihat: Self-cedera lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Banyak injurers diri memiliki sejarah fisik, emosional atau pelecehan seksual. Banyak diri co-injurers memiliki substansi masalah yang ada penyalahgunaan, obsesif-kompulsif (atau kompulsif sendiri), atau gangguan makan. Melukai diri individu sering dibesarkan dalam keluarga yang berkecil ekspresi kemarahan, dan cenderung kurang keterampilan untuk mengekspresikan emosi mereka. Injurers diri sering kali kekurangan suatu jaringan dukungan sosial yang baik. Apa jenis cedera diri? Cara yang paling umum bahwa orang-orang melukai diri sendiri adalah: pemotongan terbakar (atau "branding" dengan benda panas) sambil di kulit atau luka pembukaan kembali rambut-menarik (trikotilomania) memukul (dengan palu atau benda lain) tulang-head-banging melanggar (lebih sering terlihat di autistik, sangat terbelakang atau psikotik orang) beberapa menusuk atau beberapa tattooing Sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan telah sengaja menciptakan tanda-tanda pada tubuh untuk tujuan budaya atau agama. Beberapa remaja, khususnya jika mereka dengan kelompok terlibat dalam praktik seperti itu, dapat melihat ini sebagai ritual atau ritus perjalanan ke dalam kelompok. Namun, di balik percobaan pertama dalam perilaku seperti itu, lanjut membahayakan tubuh melecehkan diri sendiri. Sebagian besar remaja melukai diri bertindak sendiri, tidak dalam kelompok, dan menyembunyikan perilaku mereka. Ada juga beberapa jenis yang lebih ekstrem melukai diri sendiri, seperti pengebirian atau amputasi, yang langka dan berkaitan dengan psikosis. Bagaimana cara melukai diri menjadi candu? Seseorang yang menjadi kebiasaan injurer diri biasanya mengikuti suatu kemajuan umum: insiden pertama mungkin terjadi secara kebetulan, atau setelah melihat atau mendengar orang lain yang terlibat dalam cedera diri orang memiliki perasaan yang kuat seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, atau ketakutan sebelum acara melukai perasaan ini membangun, dan orang tidak memiliki cara untuk mengekspresikan atau alamat mereka secara langsung memotong atau melukai diri memberikan rasa lega, pelepasan ketegangan pemasangan perasaan bersalah dan rasa malu biasanya mengikuti acara orang yang menyembunyikan alat-alat yang digunakan untuk melukai, dan menutupi bukti, sering dengan mengenakan lengan panjang waktu berikutnya perasaan kuat yang serupa muncul, orang telah "dikondisikan" untuk mencari bantuan dengan cara yang sama perasaan malu terus paradoks mengarah pada perilaku merugikan diri orang yang merasa terdorong untuk mengulangi merugikan diri sendiri, yang kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi dan tingkat Mengapa orang terlibat dalam cedera diri? Meskipun ada kemungkinan bahwa seorang cedera akibat perbuatan sendiri dapat mengakibatkan kerusakan yang mengancam jiwa, tidak cedera diri perilaku bunuh diri. Meskipun orang mungkin tidak mengenali sambungan, SI biasanya terjadi ketika menghadapi apa yang tampak seperti berlebihan atau perasaan tertekan. Alasan memberikan injurers diri untuk perilaku ini berbeda-beda: melukai diri sementara mengurangi perasaan yang kuat, tekanan atau kecemasan melukai diri memberikan rasa menjadi nyata, karena hidup - merasa sesuatu yang melukai diri sendiri adalah cara untuk mewujudkan rasa sakit internal emosional - untuk merasakan sakit di luar daripada di dalam diri - cedera adalah cara untuk mengontrol dan mengelola rasa sakit - tidak seperti rasa sakit yang dialami melalui fisik atau pelecehan seksual melukai diri adalah cara untuk memecahkan mati rasa emosional (anestesi diri yang memungkinkan seseorang untuk memotong tanpa merasakan sakit) pelecehan diri-menenangkan diri perilaku untuk seseorang yang tidak memiliki cara lain untuk menenangkan emosi intens membenci diri sendiri - beberapa injurers diri yang menghukum diri sendiri untuk memiliki perasaan yang kuat (yang mereka biasanya tidak diperbolehkan mengungkapkan sebagai anak-anak), atau perasaan bahwa entah bagaimana mereka yang buruk dan tidak layak (hasil dari penyalahgunaan dan keyakinan bahwa itu pantas) melukai diri diikuti dengan merawat luka-luka adalah sebuah cara untuk mengungkapkan perawatan diri, untuk menyenangkan diri, bagi orang yang tidak pernah belajar bagaimanamelakukan hal itu dalam cara yang lebih langsung dapat merugikan diri sendiri cara untuk menarik perhatian pada perlunya bantuan, untuk meminta bantuan dalam cara yang kadang-kadang tidak langsung melukai diri adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang lain - untuk memanipulasi mereka, membuat mereka merasa bersalah atau buruk, membuat mereka peduli, atau membuat mereka pergi Apa hubungan antara cedera diri dan bunuh diri? Melukai diri tidak perilaku bunuh diri. Bahkan, mungkin cara untuk mengurangi ketegangan itu, meninggalkan tanpa pengawasan, akan mengakibatkan usaha bunuh diri yang sebenarnya. Melukai diri adalah cara terbaik untuk mengetahui individu kesungguhan diri. Mungkin mewakili usaha terbaik orang telah menciptakan sedikit kerusakan. Namun, cedera diri sangat terkait dengan rasa miskin harga diri, dan seiring waktu, perasaan tertekan yang dapat berkembang menjadi usaha bunuh diri. Dan kadang-kadang dapat merugikan diri sengaja pergi lebih jauh daripada dimaksudkan, dan mengancam hidup dapat mengakibatkan cedera. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu seorang teman atau anggota keluarga yang self-injurer? Sangat sulit untuk menyadari bahwa seseorang yang Anda pedulikan secara fisik melukai dirinya sendiri. Kekhawatiran Anda boleh keluar frustrasi dan bahkan komentar yang dapat mendorong orang lebih jauh. Beberapa hal yang mungkin bisa membantu adalah: mengerti bahwa perilaku merugikan diri sendiri adalah suatu usaha untuk mempertahankan kontrol tertentu, dan bahwa hal itu adalah cara menenangkan diri biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dan bahwa Anda akan mendengarkan ekspresi mendorong emosi, termasuk kemarahan menghabiskan waktu melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama menawarkan untuk membantu menemukan terapis atau kelompok pendukung tidak katakan kepada orang untuk menghentikan perilaku atau membuat komentar menghakimi - orang yang merasa tidak berharga dan tidak berdaya bahkan lebih cenderung melukai diri sendiri jika Anda adalah orang tua melukai diri sendiri anak, mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan keluarga Anda dengan ekspresi perasaan, karena ini adalah faktor umum dalam melukai diri - ini bukan soal salah-menyalahkan, tetapi tentang proses belajar yang akan membantu seluruh keluarga Bagaimana melukai diri orang berhenti perilaku ini? Self-cedera adalah sebuah perilaku yang menjadi kompulsif dan adiktif. Seperti kecanduan lainnya, meskipun orang lain menganggap orang itu harus berhenti, sebagian besar pecandu mengalami kesulitan hanya mengatakan tidak untuk perilaku mereka - bahkan ketika menyadari hal itu tidak sehat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu diri Anda sendiri: mengakui bahwa MEMANG ini masalah, yang Anda merugikan di dalam, dan bahwa Anda memerlukan bantuan profesional untuk berhenti melukai diri Anda sendiri. menyadari bahwa ini bukan tentang menjadi buruk atau bodoh - ini adalah tentang menyadari bahwa suatu perilaku yang entah bagaimana membantu Anda menangani perasaan-perasaan Anda telah menjadi sebagai masalah besar sebagai orang itu berusaha untuk menyelesaikan di tempat pertama. menemukan satu orang yang Anda percayai - mungkin seorang teman, guru, menteri, konselor, atau relatif - dan mengatakan bahwa Anda perlu berbicara tentang sesuatu yang serius yang mengganggu Anda. mendapatkan bantuan dalam mengidentifikasi apa yang "memicu" merugikan diri Anda perilaku dan meminta bantuan dalam mengembangkan cara-cara untuk menghindari atau alamat salah satu pemicu mereka mengakui bahwa cedera diri adalah suatu usaha untuk kesungguhan diri, dan bahwa Anda perlu untuk mengembangkan yang lain, cara yang lebih baik dan kesungguhan untuk menenangkan diri mencoba beberapa kegiatan pengganti ketika Anda merasa seperti menyakiti diri sendiri - ada beberapa contoh di sini, dan banyak lagi yang dapat ditemukan secara online (link yang disediakan di bawah ini): jika pemotongan adalah cara untuk berurusan dengan kemarahan yang tidak bisa mengungkapkan secara terbuka, cobalah mengambil perasaan itu keluar pada sesuatu yang lain - berlari, menari cepat, berteriak, meninju bantal, melemparkan sesuatu, merobek sesuatu kecuali jika pemotongan adalah cara untuk merasakan sesuatu ketika Anda merasa mati rasa di dalamnya, cobalah memegang es atau paket makanan beku, mengambil sangat panas atau sangat dingin mandi, mengunyah sesuatu dengan rasa yang sangat kuat (seperti cabai, jahe mentah, atau kulit jeruk), atau gertakan karet band keras di pergelangan tangan Anda jika pemotongan adalah cara untuk menenangkan diri Anda, cobalah mengambil bubble bath, melakukan pernapasan dalam, menulis dalam sebuah jurnal, menggambar, atau melakukan pemotongan melibatkan yoga jika Anda harus melihat darah, cobalah menggambar garis tinta merah di mana Anda biasanya akan memotong diri sendiri, dalam kombinasi dengan saran lain di atas Bagaimana melukai diri dirawat? Salah satu bahaya berhubungan dengan melukai diri adalah bahwa ia cenderung menjadi perilaku kecanduan, kebiasaan yang sulit untuk memecahkan bahkan ketika individu ingin berhenti. Seperti kecanduan lain, kualifikasi profesional membantu kami hampir selalu diperlukan. Penting untuk menemukan terapis yang memahami perilaku ini dan tidak marah atau muak dengan hal itu. Beberapa sumber daya online di bawah ini menawarkan link untuk rujukan ke terapis berpengalaman dengan cedera diri. Cognitive-behavioral terapi dapat digunakan untuk membantu orang belajar mengenali dan mengatasi perasaan dalam sehat memicu cara. Karena riwayat pelecehan atau inses mungkin inti dari individu perilaku melukai diri sendiri, post-traumatic stress terapi dapat membantu. Interpersonal terapi juga merupakan pengobatan utama untuk masalah-masalah yang mendasari harga diri yang rendah yang memungkinkan untuk mengembangkan perilaku ini. Hipnosis atau teknik relaksasi diri sendiri sangat membantu dalam mengurangi stres dan ketegangan yang sering mendahului melukai insiden. Terapi kelompok mungkin dapat membantu dalam mengurangi rasa malu diasosiasikan dengan membahayakan diri sendiri, dan dalam mendukung ekspresi emosi yang sehat. Terapi keluarga mungkin berguna, baik dalam menangani setiap sejarah keluarga stres yang berkaitan dengan perilaku, dan juga dalam membantu anggota keluarga belajar untuk berkomunikasi lebih langsung dan non-judgmentally dengan satu sama lain. Dalam beberapa situasi, suatu antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat digunakan untuk mengurangi impulsif awal respons terhadap stres, sementara lainnya strategi mengatasi dikembangkan. Pengobatan baru-baru ini melibatkan pasien rawat

http://id.intelistart.com/self-injury_types_causes_and_treatment73992a.html
@TULISAN



ALL >> Self Improvement >> Motivation
Self-Injury: Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Ada potret sederhana seseorang yang dengan sengaja melukai diri sendiri. Perilaku ini tidak dibatasi oleh jenis kelamin, ras, pendidikan, umur, orientasi seksual, sosial-ekonomi, atau agama. Namun, ada beberapa faktor biasa terlihat: Self-cedera lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Banyak injurers diri memiliki sejarah fisik, emosional atau pelecehan seksual. Banyak diri co-injurers memiliki substansi masalah yang ada penyalahgunaan, obsesif-kompulsif (atau kompulsif sendiri), atau gangguan makan. Melukai diri individu sering dibesarkan dalam keluarga yang berkecil ekspresi kemarahan, dan cenderung kurang keterampilan untuk mengekspresikan emosi mereka. Injurers diri sering kali kekurangan suatu jaringan dukungan sosial yang baik. Apa jenis cedera diri? Cara yang paling umum bahwa orang-orang melukai diri sendiri adalah: pemotongan terbakar (atau "branding" dengan benda panas) sambil di kulit atau luka pembukaan kembali rambut-menarik (trikotilomania) memukul (dengan palu atau benda lain) tulang-head-banging melanggar (lebih sering terlihat di autistik, sangat terbelakang atau psikotik orang) beberapa menusuk atau beberapa tattooing Sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan telah sengaja menciptakan tanda-tanda pada tubuh untuk tujuan budaya atau agama. Beberapa remaja, khususnya jika mereka dengan kelompok terlibat dalam praktik seperti itu, dapat melihat ini sebagai ritual atau ritus perjalanan ke dalam kelompok. Namun, di balik percobaan pertama dalam perilaku seperti itu, lanjut membahayakan tubuh melecehkan diri sendiri. Sebagian besar remaja melukai diri bertindak sendiri, tidak dalam kelompok, dan menyembunyikan perilaku mereka. Ada juga beberapa jenis yang lebih ekstrem melukai diri sendiri, seperti pengebirian atau amputasi, yang langka dan berkaitan dengan psikosis. Bagaimana cara melukai diri menjadi candu? Seseorang yang menjadi kebiasaan injurer diri biasanya mengikuti suatu kemajuan umum: insiden pertama mungkin terjadi secara kebetulan, atau setelah melihat atau mendengar orang lain yang terlibat dalam cedera diri orang memiliki perasaan yang kuat seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, atau ketakutan sebelum acara melukai perasaan ini membangun, dan orang tidak memiliki cara untuk mengekspresikan atau alamat mereka secara langsung memotong atau melukai diri memberikan rasa lega, pelepasan ketegangan pemasangan perasaan bersalah dan rasa malu biasanya mengikuti acara orang yang menyembunyikan alat-alat yang digunakan untuk melukai, dan menutupi bukti, sering dengan mengenakan lengan panjang waktu berikutnya perasaan kuat yang serupa muncul, orang telah "dikondisikan" untuk mencari bantuan dengan cara yang sama perasaan malu terus paradoks mengarah pada perilaku merugikan diri orang yang merasa terdorong untuk mengulangi merugikan diri sendiri, yang kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi dan tingkat Mengapa orang terlibat dalam cedera diri? Meskipun ada kemungkinan bahwa seorang cedera akibat perbuatan sendiri dapat mengakibatkan kerusakan yang mengancam jiwa, tidak cedera diri perilaku bunuh diri. Meskipun orang mungkin tidak mengenali sambungan, SI biasanya terjadi ketika menghadapi apa yang tampak seperti berlebihan atau perasaan tertekan. Alasan memberikan injurers diri untuk perilaku ini berbeda-beda: melukai diri sementara mengurangi perasaan yang kuat, tekanan atau kecemasan melukai diri memberikan rasa menjadi nyata, karena hidup - merasa sesuatu yang melukai diri sendiri adalah cara untuk mewujudkan rasa sakit internal emosional - untuk merasakan sakit di luar daripada di dalam diri - cedera adalah cara untuk mengontrol dan mengelola rasa sakit - tidak seperti rasa sakit yang dialami melalui fisik atau pelecehan seksual melukai diri adalah cara untuk memecahkan mati rasa emosional (anestesi diri yang memungkinkan seseorang untuk memotong tanpa merasakan sakit) pelecehan diri-menenangkan diri perilaku untuk seseorang yang tidak memiliki cara lain untuk menenangkan emosi intens membenci diri sendiri - beberapa injurers diri yang menghukum diri sendiri untuk memiliki perasaan yang kuat (yang mereka biasanya tidak diperbolehkan mengungkapkan sebagai anak-anak), atau perasaan bahwa entah bagaimana mereka yang buruk dan tidak layak (hasil dari penyalahgunaan dan keyakinan bahwa itu pantas) melukai diri diikuti dengan merawat luka-luka adalah sebuah cara untuk mengungkapkan perawatan diri, untuk menyenangkan diri, bagi orang yang tidak pernah belajar bagaimanamelakukan hal itu dalam cara yang lebih langsung dapat merugikan diri sendiri cara untuk menarik perhatian pada perlunya bantuan, untuk meminta bantuan dalam cara yang kadang-kadang tidak langsung melukai diri adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang lain - untuk memanipulasi mereka, membuat mereka merasa bersalah atau buruk, membuat mereka peduli, atau membuat mereka pergi Apa hubungan antara cedera diri dan bunuh diri? Melukai diri tidak perilaku bunuh diri. Bahkan, mungkin cara untuk mengurangi ketegangan itu, meninggalkan tanpa pengawasan, akan mengakibatkan usaha bunuh diri yang sebenarnya. Melukai diri adalah cara terbaik untuk mengetahui individu kesungguhan diri. Mungkin mewakili usaha terbaik orang telah menciptakan sedikit kerusakan. Namun, cedera diri sangat terkait dengan rasa miskin harga diri, dan seiring waktu, perasaan tertekan yang dapat berkembang menjadi usaha bunuh diri. Dan kadang-kadang dapat merugikan diri sengaja pergi lebih jauh daripada dimaksudkan, dan mengancam hidup dapat mengakibatkan cedera. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu seorang teman atau anggota keluarga yang self-injurer? Sangat sulit untuk menyadari bahwa seseorang yang Anda pedulikan secara fisik melukai dirinya sendiri. Kekhawatiran Anda boleh keluar frustrasi dan bahkan komentar yang dapat mendorong orang lebih jauh. Beberapa hal yang mungkin bisa membantu adalah: mengerti bahwa perilaku merugikan diri sendiri adalah suatu usaha untuk mempertahankan kontrol tertentu, dan bahwa hal itu adalah cara menenangkan diri biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dan bahwa Anda akan mendengarkan ekspresi mendorong emosi, termasuk kemarahan menghabiskan waktu melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama menawarkan untuk membantu menemukan terapis atau kelompok pendukung tidak katakan kepada orang untuk menghentikan perilaku atau membuat komentar menghakimi - orang yang merasa tidak berharga dan tidak berdaya bahkan lebih cenderung melukai diri sendiri jika Anda adalah orang tua melukai diri sendiri anak, mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan keluarga Anda dengan ekspresi perasaan, karena ini adalah faktor umum dalam melukai diri - ini bukan soal salah-menyalahkan, tetapi tentang proses belajar yang akan membantu seluruh keluarga Bagaimana melukai diri orang berhenti perilaku ini? Self-cedera adalah sebuah perilaku yang menjadi kompulsif dan adiktif. Seperti kecanduan lainnya, meskipun orang lain menganggap orang itu harus berhenti, sebagian besar pecandu mengalami kesulitan hanya mengatakan tidak untuk perilaku mereka - bahkan ketika menyadari hal itu tidak sehat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu diri Anda sendiri: mengakui bahwa MEMANG ini masalah, yang Anda merugikan di dalam, dan bahwa Anda memerlukan bantuan profesional untuk berhenti melukai diri Anda sendiri. menyadari bahwa ini bukan tentang menjadi buruk atau bodoh - ini adalah tentang menyadari bahwa suatu perilaku yang entah bagaimana membantu Anda menangani perasaan-perasaan Anda telah menjadi sebagai masalah besar sebagai orang itu berusaha untuk menyelesaikan di tempat pertama. menemukan satu orang yang Anda percayai - mungkin seorang teman, guru, menteri, konselor, atau relatif - dan mengatakan bahwa Anda perlu berbicara tentang sesuatu yang serius yang mengganggu Anda. mendapatkan bantuan dalam mengidentifikasi apa yang "memicu" merugikan diri Anda perilaku dan meminta bantuan dalam mengembangkan cara-cara untuk menghindari atau alamat salah satu pemicu mereka mengakui bahwa cedera diri adalah suatu usaha untuk kesungguhan diri, dan bahwa Anda perlu untuk mengembangkan yang lain, cara yang lebih baik dan kesungguhan untuk menenangkan diri mencoba beberapa kegiatan pengganti ketika Anda merasa seperti menyakiti diri sendiri - ada beberapa contoh di sini, dan banyak lagi yang dapat ditemukan secara online (link yang disediakan di bawah ini): jika pemotongan adalah cara untuk berurusan dengan kemarahan yang tidak bisa mengungkapkan secara terbuka, cobalah mengambil perasaan itu keluar pada sesuatu yang lain - berlari, menari cepat, berteriak, meninju bantal, melemparkan sesuatu, merobek sesuatu kecuali jika pemotongan adalah cara untuk merasakan sesuatu ketika Anda merasa mati rasa di dalamnya, cobalah memegang es atau paket makanan beku, mengambil sangat panas atau sangat dingin mandi, mengunyah sesuatu dengan rasa yang sangat kuat (seperti cabai, jahe mentah, atau kulit jeruk), atau gertakan karet band keras di pergelangan tangan Anda jika pemotongan adalah cara untuk menenangkan diri Anda, cobalah mengambil bubble bath, melakukan pernapasan dalam, menulis dalam sebuah jurnal, menggambar, atau melakukan pemotongan melibatkan yoga jika Anda harus melihat darah, cobalah menggambar garis tinta merah di mana Anda biasanya akan memotong diri sendiri, dalam kombinasi dengan saran lain di atas Bagaimana melukai diri dirawat? Salah satu bahaya berhubungan dengan melukai diri adalah bahwa ia cenderung menjadi perilaku kecanduan, kebiasaan yang sulit untuk memecahkan bahkan ketika individu ingin berhenti. Seperti kecanduan lain, kualifikasi profesional membantu kami hampir selalu diperlukan. Penting untuk menemukan terapis yang memahami perilaku ini dan tidak marah atau muak dengan hal itu. Beberapa sumber daya online di bawah ini menawarkan link untuk rujukan ke terapis berpengalaman dengan cedera diri. Cognitive-behavioral terapi dapat digunakan untuk membantu orang belajar mengenali dan mengatasi perasaan dalam sehat memicu cara. Karena riwayat pelecehan atau inses mungkin inti dari individu perilaku melukai diri sendiri, post-traumatic stress terapi dapat membantu. Interpersonal terapi juga merupakan pengobatan utama untuk masalah-masalah yang mendasari harga diri yang rendah yang memungkinkan untuk mengembangkan perilaku ini. Hipnosis atau teknik relaksasi diri sendiri sangat membantu dalam mengurangi stres dan ketegangan yang sering mendahului melukai insiden. Terapi kelompok mungkin dapat membantu dalam mengurangi rasa malu diasosiasikan dengan membahayakan diri sendiri, dan dalam mendukung ekspresi emosi yang sehat. Terapi keluarga mungkin berguna, baik dalam menangani setiap sejarah keluarga stres yang berkaitan dengan perilaku, dan juga dalam membantu anggota keluarga belajar untuk berkomunikasi lebih langsung dan non-judgmentally dengan satu sama lain. Dalam beberapa situasi, suatu antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat digunakan untuk mengurangi impulsif awal respons terhadap stres, sementara lainnya strategi mengatasi dikembangkan. Pengobatan baru-baru ini melibatkan pasien rawat

http://id.intelistart.com/self-injury_types_causes_and_treatment73992a.html