Powered By Blogger

Kamis, 21 Juni 2012

SEJARAH PLANET

Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengertian istilah “planet” berubah dari “sesuatu” yang bergerak melintasi langit (relatif terhadap latar belakang bintang-bintang yang “tetap”), menjadi benda yang bergerak mengelilingi Bumi. Ketika model heliosentrik mulai mendominasi pada abad ke-16, planet mulai diterima sebagai “sesuatu” yang mengorbit Matahari, dan Bumi hanyalah sebuah planet. Hingga pertengahan abad ke-19, semua obyek apa pun yang ditemukan mengitari Matahari didaftarkan sebagai planet, dan jumlah “planet” menjadi bertambah dengan cepat di penghujung abad itu.
Selama 1800-an, astronom mulai menyadari bahwa banyak penemuan terbaru tidak mirip dengan planet-planet tradisional. Obyek-obyek seperti Ceres, Pallas dan Vesta, yang telah diklasifikasikan sebagai planet hingga hampir setengah abad, kemudian diklasifikan dengan nama baru "asteroid". Pada titik ini, ketiadaan definisi formal membuat "planet" dipahami sebagai benda 'besar' yang mengorbit Matahari. Tidak ada keperluan untuk menetapkan batas-batas definisi karena ukuran antara asteroid dan planet begitu jauh berbeda, dan banjir penemuan baru tampaknya telah berakhir.
Namun pada abad ke-20, Pluto ditemukan. Setelah pengamatan-pengamatan awal mengarahkan pada dugaan bahwa Pluto berukuran lebih besar dari Bumi, IAU (yang baru saja dibentuk) menerima obyek tersebut sebagai planet. Pemantauan lebih jauh menemukan bahwa obyek tersebut ternyata jauh lebih kecil dari dugaan semula, tetapi karena masih lebih besar daripada semua asteroid yang diketahui, dan tampaknya tidak eksis dalam populasi yang besar, IAU tetap mempertahankan statusnya selama kira-kira 70 tahun.
Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di daerah yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya, Pluto ditemukan hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah ribuan. Semakin banyak astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang dari sebuah planet seiring bertambahnya penemuan obyek-obyek sejenis. Penemuan Eris, sebuah obyek yang lebih masif daripada Pluto, dipublikasikan secara luas sebagai planet kesepuluh, membuat hal ini semakin mengemuka. Akhirnya pada 24 Agustus 2006, berdasarkan pemungutan suara, IAU membuat definisi planet yang baru. Jumlah planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil “membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada awalnya terdiri dari tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.
Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Planet

PLANET

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

Tata Surya terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada definisi "planet" sehingga seperti yang tersebut di atas, terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi "planet kerdil/katai." Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.
SUMBER :  http://id.wikipedia.org/wiki/Planet

Kamis, 24 Mei 2012

Pengertian matematika serta tujuan dan fungsi

Pengertian  Matematika
Kata “matematika” sudah tidak asing lagi bagi kita, matematika merupakan suatu ilmu pengetahuan dimana materi matematika di perlukan di semua jurusan yang di pelajarai oleh semua orang.

Istilah mathematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick (Belanda) berasal dari perkataan latin mathematica, yang mulanya diambil dari perkataan Yunani, mathematike, yang berarti “relating to learning”. Perkataan mathematike berhubungan sangat erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir). Jadi berdasarkan etimologis (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perkataan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”.

Johnson dan Rising (1972) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi

Fungsi dan tujuan matematika .
Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.

Tujuan umum pendidikan matematika ditekankan kepada siswa untuk memiliki:
1.    Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2.    Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi.
3.    Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialihgunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.

Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2011/06/pengertian-matematika.html

Rabu, 23 Mei 2012

Analisis jurnal sistem pakar dalam mengidentifikasi penyakit kanker pada anak

Analisis :
            
    Dalam sistem pakar ini,saya ingin menganalisis tentang penyakit kanker darah (leukimia) merupakan suatu penyakit yang merujuk kepada satu kelompok penyakit darah yang ditandai dengan kanker pada jaringan-jaringan yang memproduksi darah.

    Desain arsitektur dalam sistem pakar dalam menentukan kanker dapat dilihat dari tabel berikut ini

Knowledge
:
Berisi himpunan-himpunan
 1. Aturan gejala penyakit
2. Aturan jenis penyakit
 Database :
Berisi fakta –fakta :
1.Tabel user
Inference Engine
Berisi:
1.    Prosedur untuk mencocokkan fakta dan aturan .hasilnya menjawab variable penyakit
2.    Prosedur untuk mengghubungkan kode gejala dan kode penyakit dan pengobatan.

User interfernce
1.    Prosedur untuk membaca memasukkan data dari pemakai
2.    Prosedur menampilkan hasil diagnosa
3.    Prosedur untuk menghasilkan keluaran
4.    From penelusuran

Explanation facilities
Berisi:
Penjelasan langkah-langkah pengoperasian sistem.
   Basis pengetahuan pada sistem pakar untuk mengedintifikasi penyakit kanker terdiri dari 2 macam sumber pengetahuan fakta dan aturan .
Fakta pengetahuan yang disimpan yaitu : pengetahuan mengenai penyakit kanker yaitu : leukimia, thalasemia, anemia. Serta pengetahuan mengenai manifestasi (gejala atau tanda) yang menimbulkan penyakit kanker tersebut melalui keluhan-keluhan yang dialami pasien yang menunjukkan adannya kemungkinan terjadi penyakit kanker.
    Pembangunan dalam sistem pakar menentukan penyakit kanker sangat cocok menggunakan metode rule base dari inferensi forward chaining dimana pelacakan tersebut dimotori oleh data masukan keluhan pasien dan selanjutnya akan dibuat gambaran kesimpulannya. Sistem pakar yang dirancang agar berguna bagi mereka yang taraf ekonominya dibawah, karena sistem pakar yang dirancang untuk digunakan oleh orang awam sekalipun untuk menetukan penyakit melalui diagnosa yang dirancang dalam sistem pakar. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk melakukan diagnosa melalui seorang pakar manusia .
    Penerapan sistem pakar ini dalam suatu rumah sakit akan dapat membantu seseorang tenaga medis. Karena pengeluaran dari sistem pakar ini adalah kesimpulan mengenai penyakit, jenis penyakit, serta cara penanggulangganya.
    Tingkat asuransi dari sistem yang dirancang tidak berbeda layaknya seorang pakar manusia, karena dalam sistem ini dirancang sesuai dengan rule-rule yang diperoleh dari seorang pakar manusia.

Sumber :
http://lppm.trigunadharma.ac.id/public/fileJurnal/hpHb6-Jurnal-Mukhlis-.pdf

Selasa, 08 Mei 2012

Tata Surya

Tata Surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut Matahari (dalam sistem tatasurya kita) dan semua objek yang mengelilinginya. Dalam tata surya kita, objek yang mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya itu adalah planet bersama satelitnya yang mengorbit secara elips, meteor, komet, asteroid, dan planet-planet kecil / katai.

  • Matahari adalah bintang yang terdekat dengan bumi dan menjadi pusat dari tata surya dengan jarak rata-rata dengan bumi sekitar 150 juta km.
  • Planet adalah  benda gelap yang mengorbit sebuah bintang (matahari). Dalam tata surya kita, didasarkan pada bumi sebagai pembatas, planet dibedakan menjadi 2, yaitu : 1). Planet Inferor: yaitu planet yang orbitnya berada didalam orbit bumi mengelilingi matahari (Merkurius, Venus) 2). Superior: yaitu planet yang orbitnya berada diluar orbit bumi mengelilingi matahari (Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, **Pluto)
  • Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya. Asteroid adalah contoh dari sebuah planet kecil akan tetapi masih jauh lebih kecil dari sebuah planet.
  • Komet adalah benda luar angkasa dalam tata surya yang mirip dengan asteroid, akan tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas dan debu yang membeku. 
Komet memiliki orbit terhadap matahari dengan lintasan elips, namun lebih lonjong dari orbit planet. Ketika Lintasan komet ini mendekati bagian dalam tata surya, ia memiliki ciri khusus yang dapat dilihat dengan kasat mata apa bila jarak komet ini dengan bumi cukup dekat dalam lintasannya, yaitu ekor komet. Ekor komet terbentuk dari menguapnya lapisan es dan debu terluar dari komet tersebut karena radiasi dari matahari.
  • Meteor, Meteorid, dan Meteoroid. Meteor adalah Asteroid yang masuk kedalam atmosfer bumi dan menjadi panas dan berpijar karena gesekan dengan atmosfer bumi. Orang biasa menyebut benda ini sebagai bintang jatuh. Meteorid adalah sisa-sisa meteor yang dapat mencapai permukaan bumi. Sedangkan Meteoroid adalah batuan dalam ruang antar planet yang berukuran kecil hingga sedang (sebesar gerbong kereta api)

  • Senin, 07 Mei 2012

    Matematika,Pengertian IAD dan Keterkaitan Matematika&IAD dengan Psikologi

    Apa yang kalian ketahui mengenai matematika ?
    Matematika merupakan suatu ilmu yang mengasah jalan otak kita sehingga kita berpikir lebih maju dan berkembang,karena didalam ilmu matematika itu terdapat sebuah perumusan serta hitungan yang dimana otak kita dilatih untuk berpikir lebih cepat ,tepat dan terampil.
    Mata Pelajaran Matematika juga bisa diberikan kepada semua siswa mulai dari SD,agar seusia dini sudah terlatih untuk bisa berpikir secara kritis dan sistematis sehingga tidak terlalu jauh untuk tertinggal didalam ilmu yang sudah semakin berkembang.

    Apa yang dimaksud dengan Ilmu Alamih Dasar ?
    Ilmu Alamiah Dasar lebih banyak membicarakan tentang bagaimana metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam secara lebih filosofis.
    lmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science)merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

    Keterkaitan antara Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar dengan Psikologi
      Kognisi Matematika adalah bidang yang sangat penting dalam psikologi. Ini manfaat ilmuwan dan dokter mempelajari otak, dan membantu para pendidik mengembangkan metode pengajaran yang lebih baik untuk
    matematika. Selain itu, studi yang sangat penting bagi pengembangan “pintar” komputer, jaringan syaraf
    tiruan, logika fuzzy, robot, dan kecerdasan buatan.
    Psikolog juga mempelajari bagaimana orang-orang merasa tentang matematika, karena perasaan seseorang tentang pengaruh subjek kesediaan mereka untuk belajar dan menggunakannya. Misalnya, perbedaan budaya dan gender dalam sikap tentang matematika mempengaruhi nilai tes. Daerah lain menerima banyak perhatian disebut matematika fobia atau kecemasan matematika. Math fobia adalah takut matematika.Orang dengan fobia matematika menjadi sangat tidak nyaman dan cemas ketika dihadapkan dengan tugas-tugas matematika yang mereka dapat mengalami gejala fisik termasuk peningkatan denyut jantung, perut gugup, dan kesulitan bernapas yang mencegah mereka dari berkonsentrasi dan belajar. Perasaan ini telah dilacak ke berbagai sumber, termasuk pengalaman negatif di ruang kelas, citra diri yang buruk, kurangnya apresiasi untuk aplikasi matematika untuk “kehidupan nyata,” dan rasa malu yang mencegah mengajukan pertanyaan.

    Ilmu Alamiah Dasar juga sangat terkait dengan psikologi karena psikologi itu mempelajari tentang jiwa.
    seperti kita mempelajari anropologi mempelajari tentang manusia,budaya dan trait.Ilmu Alamiah Dasar itu sangat kompleks sehingga berkaitan dengan psikologi.


    SUMBER  :
    http://serigalamilita.wordpress.com/2011/02/26/hubungan-matematika-dengan-ilmu-psikologi/

    Rabu, 11 April 2012

    pentingnya softskill bagi mahasiswa

    Para pengguna tenaga kerja sarjana seringkali mengeluhkan bahwa kebanyakan nilai kualitas lulusan perguruan tinggi itu payah. Kata “payah”, bisa berarti sarjana sekarang tidak tangguh, cepat bosan, bertabiat seperti kutu loncat, tidak dapat bekerja sama, kurang jujur, tidak memiliki integritas, dan kurang rasa humor.
    Tampaknya, apa yang diberikan di bangku kuliah tidak lagi sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lapangan kerja. Sebagian besar menu yang disajikan, boleh dibilang berupa keterampilan keras (hard skills). Padahal, banyak bukti yang menunjukkan bahwa penentu kesuksesan justru keahlian yang tergolong lunak (soft skills).
    Ketidakseimbangan itu, tentu saja perlu segera diatasi, antara lain dengan memberikan bobot yang lebih kepada pengembangan soft skills. Para pendidik, khususnya pendidikan tinggi, diharapkan mengembangkan soft skills, baik melalui intrakurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Peningkatan kompetensi lulusan berbasis soft skills sangat mendesak, karena, pertama, untuk memenuhi kebutuhan para pengguna lulusan perguruan tinggi di dunia kerja dengan orientasi produktivitas tinggi.
    Kedua, untuk mewarnai dunia kerja ke arah perbaikan karakter bangsa. Hal itu diperlukan dengan alasan, fakta bahwa sejak dahulu belum terwujud kejayaan bangsa di bidang ekonomi, hukum, politik, dan moral. Ratusan ribu sarjana ekonomi dihasilkan tiap tahun, namun ekonomi masih belum membaik. Begitu pula ratusan ribu sarjana hukum dihasilkan tiap tahun, tetapi hukum masih belum menemukan bentuk, dan seterusnya.
       
    SUMBER :
    http://catur.dosen.akprind.ac.id/2009/01/19/pentingnya-softskill-bagi-mahasiswa/