Powered By Blogger

Sabtu, 27 November 2010

Kehidupan Baru untuk Korban Bencana Alam

Seperti kita ketahui akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang menimpa negeri kita tercinta. Ada banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan juga meletusnya gunung Merapi yang memakan banyak korban jiwa serta menghancurkan banyak rumah warga dan fasilitas umum. Beberapa faktor penyebab terjadinya bencana-bencana tersebut adalah rusaknya alat pendeteksi pemantau bencana, human error, juga faktor alam.
Dikutip dari tempointerkatif.com gunung merapi mengalami uninterrupted eruption atau erupsi tak terputus pada tahun 2010 ini. Erupsi yang bersifat ekspolif 26 Oktober lalu mengalami jeda, tetapi mulai rabu (3/11) erupsi terjadi terus-menerus hingga sabtu (6/11).
Erupsi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang cukup menyulitkan para relawan untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah yang tertimbun abu vulkanik merapi. Tidak hanya itu pengevakuasian terhadap korban di Mentawai pun terhambat karena sulitnya menjangkau daerah yang diluluhlantahkan oleh tsunami tersebut.
Data yang kami dapat menyatakan bahwa dari bencana-bencana tersebut penanganan akan korban-korban jiwa sangatlah lambat. Hal ini dikarenakan keterbatasannya alat bantu dan tim evakuasi. Keterbatasan-keterbatasan ini juga dipicu dari kurangya perhatian dari pemerintah yang bersangkutan.
Menurut kami, ketika status waspada diinformasikan. Antisipasi pertama seharusnya dilakukan sejak awal diumumkannya batas aman. Batas aman yang ditentukan seharusnya sejauh mungkin dari puncak gunung Merapi. Penanganan yang baik adalah penanganan yang tanggap darurat. Maksudnya, baik pemerintah setempat, tim evakuasi dan alat pemantau berjalan beriringan dengan baik sehingga jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir. Penanganan juga dilakukan di tempat pengungsian para korban bencana merapi contoh penanganannya adalah dengan menyediakan pengungsian yang layak seperti tersedianya MCK, selimut, makanan yang bergizi, baju layak pakai, pembalut, pakaian dalam, popok untuk anak-anak dan dewasa dan susu untuk bayi, obat- obatan dan tersedianya penanganan secara medis bagi korban merapi. Tempat pengungsian yang layak menurut kelompok kami adalah jika wanita dan anak – anak di bedakan dengan laki – laki dewasa agar tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan misalnya pelecehan seksual terhadap wanita dan anak – anak. Penanganan secara psikologis juga sangat diperlukan bagi para korban bencana merapi. Fungsi penanganan secara psikologis adalah untuk memberikan motivasi kepada mereka bahwa hidup harus terus berjalan, fungsi selanjutnya adalah berguna untuk menghilangkan trauma mendalam terutama pada anak – anak dan wanita. Contoh penanganan untuk anak –anak seperti mengajak bermain agar mereka merasa terhibur. Penanganan untuk orang dewasa seperti mendengarkan keluh kesah mereka, bersikap empati (mengerti dan memahami keadaan mereka).
Pengertian relokasi menurut kami terbagi menjadi dua yaitu pembangunan kembali di daerah atau tempat tinggal asal dengan catatan bahwa tempat tinggal tersebut dinyatakan aman kembali dan pemindahan di tempat tinggal yang baru dengan melihat bagaimana masyarakat Merapi, Mentawai dan Wasior mampu beradaptasi dengan situasi yang baru dan kelayakan kehidupan (pekerjaan dan pendidikan).
“Pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memindahkan seluruh mayarakat di lereng Merapi karena ada keterikatan emosional yang kuat diantara mereka dengan gunung merapi. Bagaimana caranya memindahkan orang yang sudah turun menurun tinggal didaerah tersebut. Mereka akan mencari makan di lereng Merapi. Perlu kearifan lokal dan harus melibatkan tokoh masyarakat jika pemerintah terus memaksakan kehendaknya untuk melakukan relokasi terhadap masyarakat di Lereng Merapi. Selain tindakan tegas pemerintah juga harus melibatkan tokoh yang disegani di masyarajkat di sekitar lereng merapi agar mereka mau dipindahkan. Dan pemerintah juga harus memberikan kompensasi yang jelas tidak mengubar janji terus menerus” tutur Ketua Umum DPP LDII, Prof.Dr.KH Abdullah Syam yang dikutip dalam republika.co.id.
Dari kutipan diatas kami menyimpulkan bahwa untuk pengrelokasian korban Mentawai dilakukan di daerah pantai namun, dengan jarak yang tidak terlalu dekat dengan bibir pantai karena kehidupan mereka yang sebagian besar adalah bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menyediakan fasilitas atau peralatan yang biasa mereka gunakan. Sedangkan untuk pengrelokasian terhadap korban merapi yaitu tetap membangun pemukiman di tempat tinggal awal karena mereka memiliki suatu kebiasaan atau adat istiadat serta keterikatan psikologis yang tidak dapat dipisahkan dari merapi. Pemukiman yang di bangun semestinya sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka. Pengrelokasian ini juga hendakya memperhatikan keberfungsian alat pemantau bencana agar setidaknya mengurangi jatuhnya korban jiwa. Pembangunan kepercayaan diri serta motivasi juga sangat diperlukan agar mereka mau bangkit untuk melanjutkan hidup.
 NAMA KELOMPOK :
  • Aryanti ( 10508250 )
  • Irma Retno Juwika ( 10508113 )
  • Nani Yuliani ( 10508149 )
  • Regian Amanah R ( 10508256 )
  • Siti Lini Falihah ( 10508212 )

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tugas Psikologi Kelompok

Nama Kelompok:
1. Aryanti
2. Irma Retno Juwika
3. Nani Yuliani
4. Regian Amanah Rahmawati
5. Siti Lini Falihah

http://www.ziddu.com/download/12306145/PSKOLOGIKELOMPOK.doc.html

Jumat, 08 Oktober 2010

posyandu

Tema : Posyandu


Latar Belakang : Posyandu adalah sebuah tempat imunisasi bagi ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil.di dalam posyandu ini banyak memiliki sebuah keuntungan yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang memiliki anak kecil,sehingga kita bisa mengetahui perkembangan anak kita,tetapi ibu-ibu zaman sekarang sulit untuk membawa anaknya ke posyandu padahal itu sangat penting untuk anaknya tersebut.


Sejarah : Posyandu ini dinamakan “POSYANDU TULIP” .Terbentuk pada tanggal 2oktober 1992 dan diketuai oleh ibu Muharam.ibu muharam mengadakan rapat untuk meminta persetujuan dan dukungan dari ibu-ibu dilingkunganya,agar ibu muharam lebih semangat lebih untuk mendirikan sebuah posyandu itu.untuk memicu ibu muharam berniat mendirikan sebuah posyandu karena beliau sering melihat ibu-ibu lainya kesulitan untuk membawa balitanya ke posyandu dikarenakan letaknya yang jauh dari posyandu tersebut,setiap beliau menemukan ibu-ibu yang berada dekat dengan rumahnya,beliau menanyakan apakah anaknya sudah diimunisasi dan ternyata belum,dan sehingga beliau bertambah semangat untuk mendirikan sebuah posyandu dan akhirnya ibu muharam meminta izin kepada kelurahan,kecamatan,rt dan rw setempat.setelah itu beberapa bulan berikutnya ibu muharam mendapatkan sebuah info yang sangat penting,yaitu permintaan izin untuk mendirikan posyandu dari kelurahan.setelah ibu muharam mendapatkan izin beliau langsung membentuk suatu kadar-kadar posyandu untuk membantu beliau untuk bersama-sama menjalani posyandu ini

Perkembangan : di bentuknya suatu kadar-kadar posyandu tadinya berjumlah sedikit dan tambah lama semakin bertambah dan posyandu tentu saja berkembang menjadi lebih baik dan sangat pesat dan sehingga ibu-ibu lainya semakin mengerti arti sebuah posyandu itu sendiri dan lebih mengetahui seberapa pentingnya imunisasi bagi anak .setiap bulanya secara rutin ibu-ibu sudah banyak untuk membawa balitanya untuk diimunisasi .

Achievment : kadar-kadar di posyandu kami mendapatkan sebuah penghargaan dikelurahan dan kecamatan karena telah berkembang pesatnya posyandu tulip ini,sehingga dana yang disumbangkan tidak sia-sia dan didalam posyandu tulip ini sangat menjaga kekompakan ,karena arti kompak bagi ibu-ibu yang sudah membantu mendirikan posyandu bisa mendapatkan sebuah penghargaan .
Konflik yang sering terjadi didalam posyandu kami terhadap ibu-ibu yang mempunyai balita yang untuk di imunisasi,tekadang ibu yang mempunyai balita sering protes kepada kadar kadar posyandu kami karena badan balita suka panas setiap diimunisas,tetapi tetap kadar-kadar diposyandu kami tidak resah atas protesnya ibu tersebut,dihadapi dan diterangkan dengan tenang sehingga ibu-ibu yang mempunyai balita tersebut dapat mengerti dengan baik .

Minggu, 06 Juni 2010

tulisan self injury

@TULISAN



ALL >> Self Improvement >> Motivation
Self-Injury: Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Ada potret sederhana seseorang yang dengan sengaja melukai diri sendiri. Perilaku ini tidak dibatasi oleh jenis kelamin, ras, pendidikan, umur, orientasi seksual, sosial-ekonomi, atau agama. Namun, ada beberapa faktor biasa terlihat: Self-cedera lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Banyak injurers diri memiliki sejarah fisik, emosional atau pelecehan seksual. Banyak diri co-injurers memiliki substansi masalah yang ada penyalahgunaan, obsesif-kompulsif (atau kompulsif sendiri), atau gangguan makan. Melukai diri individu sering dibesarkan dalam keluarga yang berkecil ekspresi kemarahan, dan cenderung kurang keterampilan untuk mengekspresikan emosi mereka. Injurers diri sering kali kekurangan suatu jaringan dukungan sosial yang baik. Apa jenis cedera diri? Cara yang paling umum bahwa orang-orang melukai diri sendiri adalah: pemotongan terbakar (atau "branding" dengan benda panas) sambil di kulit atau luka pembukaan kembali rambut-menarik (trikotilomania) memukul (dengan palu atau benda lain) tulang-head-banging melanggar (lebih sering terlihat di autistik, sangat terbelakang atau psikotik orang) beberapa menusuk atau beberapa tattooing Sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan telah sengaja menciptakan tanda-tanda pada tubuh untuk tujuan budaya atau agama. Beberapa remaja, khususnya jika mereka dengan kelompok terlibat dalam praktik seperti itu, dapat melihat ini sebagai ritual atau ritus perjalanan ke dalam kelompok. Namun, di balik percobaan pertama dalam perilaku seperti itu, lanjut membahayakan tubuh melecehkan diri sendiri. Sebagian besar remaja melukai diri bertindak sendiri, tidak dalam kelompok, dan menyembunyikan perilaku mereka. Ada juga beberapa jenis yang lebih ekstrem melukai diri sendiri, seperti pengebirian atau amputasi, yang langka dan berkaitan dengan psikosis. Bagaimana cara melukai diri menjadi candu? Seseorang yang menjadi kebiasaan injurer diri biasanya mengikuti suatu kemajuan umum: insiden pertama mungkin terjadi secara kebetulan, atau setelah melihat atau mendengar orang lain yang terlibat dalam cedera diri orang memiliki perasaan yang kuat seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, atau ketakutan sebelum acara melukai perasaan ini membangun, dan orang tidak memiliki cara untuk mengekspresikan atau alamat mereka secara langsung memotong atau melukai diri memberikan rasa lega, pelepasan ketegangan pemasangan perasaan bersalah dan rasa malu biasanya mengikuti acara orang yang menyembunyikan alat-alat yang digunakan untuk melukai, dan menutupi bukti, sering dengan mengenakan lengan panjang waktu berikutnya perasaan kuat yang serupa muncul, orang telah "dikondisikan" untuk mencari bantuan dengan cara yang sama perasaan malu terus paradoks mengarah pada perilaku merugikan diri orang yang merasa terdorong untuk mengulangi merugikan diri sendiri, yang kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi dan tingkat Mengapa orang terlibat dalam cedera diri? Meskipun ada kemungkinan bahwa seorang cedera akibat perbuatan sendiri dapat mengakibatkan kerusakan yang mengancam jiwa, tidak cedera diri perilaku bunuh diri. Meskipun orang mungkin tidak mengenali sambungan, SI biasanya terjadi ketika menghadapi apa yang tampak seperti berlebihan atau perasaan tertekan. Alasan memberikan injurers diri untuk perilaku ini berbeda-beda: melukai diri sementara mengurangi perasaan yang kuat, tekanan atau kecemasan melukai diri memberikan rasa menjadi nyata, karena hidup - merasa sesuatu yang melukai diri sendiri adalah cara untuk mewujudkan rasa sakit internal emosional - untuk merasakan sakit di luar daripada di dalam diri - cedera adalah cara untuk mengontrol dan mengelola rasa sakit - tidak seperti rasa sakit yang dialami melalui fisik atau pelecehan seksual melukai diri adalah cara untuk memecahkan mati rasa emosional (anestesi diri yang memungkinkan seseorang untuk memotong tanpa merasakan sakit) pelecehan diri-menenangkan diri perilaku untuk seseorang yang tidak memiliki cara lain untuk menenangkan emosi intens membenci diri sendiri - beberapa injurers diri yang menghukum diri sendiri untuk memiliki perasaan yang kuat (yang mereka biasanya tidak diperbolehkan mengungkapkan sebagai anak-anak), atau perasaan bahwa entah bagaimana mereka yang buruk dan tidak layak (hasil dari penyalahgunaan dan keyakinan bahwa itu pantas) melukai diri diikuti dengan merawat luka-luka adalah sebuah cara untuk mengungkapkan perawatan diri, untuk menyenangkan diri, bagi orang yang tidak pernah belajar bagaimanamelakukan hal itu dalam cara yang lebih langsung dapat merugikan diri sendiri cara untuk menarik perhatian pada perlunya bantuan, untuk meminta bantuan dalam cara yang kadang-kadang tidak langsung melukai diri adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang lain - untuk memanipulasi mereka, membuat mereka merasa bersalah atau buruk, membuat mereka peduli, atau membuat mereka pergi Apa hubungan antara cedera diri dan bunuh diri? Melukai diri tidak perilaku bunuh diri. Bahkan, mungkin cara untuk mengurangi ketegangan itu, meninggalkan tanpa pengawasan, akan mengakibatkan usaha bunuh diri yang sebenarnya. Melukai diri adalah cara terbaik untuk mengetahui individu kesungguhan diri. Mungkin mewakili usaha terbaik orang telah menciptakan sedikit kerusakan. Namun, cedera diri sangat terkait dengan rasa miskin harga diri, dan seiring waktu, perasaan tertekan yang dapat berkembang menjadi usaha bunuh diri. Dan kadang-kadang dapat merugikan diri sengaja pergi lebih jauh daripada dimaksudkan, dan mengancam hidup dapat mengakibatkan cedera. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu seorang teman atau anggota keluarga yang self-injurer? Sangat sulit untuk menyadari bahwa seseorang yang Anda pedulikan secara fisik melukai dirinya sendiri. Kekhawatiran Anda boleh keluar frustrasi dan bahkan komentar yang dapat mendorong orang lebih jauh. Beberapa hal yang mungkin bisa membantu adalah: mengerti bahwa perilaku merugikan diri sendiri adalah suatu usaha untuk mempertahankan kontrol tertentu, dan bahwa hal itu adalah cara menenangkan diri biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dan bahwa Anda akan mendengarkan ekspresi mendorong emosi, termasuk kemarahan menghabiskan waktu melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama menawarkan untuk membantu menemukan terapis atau kelompok pendukung tidak katakan kepada orang untuk menghentikan perilaku atau membuat komentar menghakimi - orang yang merasa tidak berharga dan tidak berdaya bahkan lebih cenderung melukai diri sendiri jika Anda adalah orang tua melukai diri sendiri anak, mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan keluarga Anda dengan ekspresi perasaan, karena ini adalah faktor umum dalam melukai diri - ini bukan soal salah-menyalahkan, tetapi tentang proses belajar yang akan membantu seluruh keluarga Bagaimana melukai diri orang berhenti perilaku ini? Self-cedera adalah sebuah perilaku yang menjadi kompulsif dan adiktif. Seperti kecanduan lainnya, meskipun orang lain menganggap orang itu harus berhenti, sebagian besar pecandu mengalami kesulitan hanya mengatakan tidak untuk perilaku mereka - bahkan ketika menyadari hal itu tidak sehat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu diri Anda sendiri: mengakui bahwa MEMANG ini masalah, yang Anda merugikan di dalam, dan bahwa Anda memerlukan bantuan profesional untuk berhenti melukai diri Anda sendiri. menyadari bahwa ini bukan tentang menjadi buruk atau bodoh - ini adalah tentang menyadari bahwa suatu perilaku yang entah bagaimana membantu Anda menangani perasaan-perasaan Anda telah menjadi sebagai masalah besar sebagai orang itu berusaha untuk menyelesaikan di tempat pertama. menemukan satu orang yang Anda percayai - mungkin seorang teman, guru, menteri, konselor, atau relatif - dan mengatakan bahwa Anda perlu berbicara tentang sesuatu yang serius yang mengganggu Anda. mendapatkan bantuan dalam mengidentifikasi apa yang "memicu" merugikan diri Anda perilaku dan meminta bantuan dalam mengembangkan cara-cara untuk menghindari atau alamat salah satu pemicu mereka mengakui bahwa cedera diri adalah suatu usaha untuk kesungguhan diri, dan bahwa Anda perlu untuk mengembangkan yang lain, cara yang lebih baik dan kesungguhan untuk menenangkan diri mencoba beberapa kegiatan pengganti ketika Anda merasa seperti menyakiti diri sendiri - ada beberapa contoh di sini, dan banyak lagi yang dapat ditemukan secara online (link yang disediakan di bawah ini): jika pemotongan adalah cara untuk berurusan dengan kemarahan yang tidak bisa mengungkapkan secara terbuka, cobalah mengambil perasaan itu keluar pada sesuatu yang lain - berlari, menari cepat, berteriak, meninju bantal, melemparkan sesuatu, merobek sesuatu kecuali jika pemotongan adalah cara untuk merasakan sesuatu ketika Anda merasa mati rasa di dalamnya, cobalah memegang es atau paket makanan beku, mengambil sangat panas atau sangat dingin mandi, mengunyah sesuatu dengan rasa yang sangat kuat (seperti cabai, jahe mentah, atau kulit jeruk), atau gertakan karet band keras di pergelangan tangan Anda jika pemotongan adalah cara untuk menenangkan diri Anda, cobalah mengambil bubble bath, melakukan pernapasan dalam, menulis dalam sebuah jurnal, menggambar, atau melakukan pemotongan melibatkan yoga jika Anda harus melihat darah, cobalah menggambar garis tinta merah di mana Anda biasanya akan memotong diri sendiri, dalam kombinasi dengan saran lain di atas Bagaimana melukai diri dirawat? Salah satu bahaya berhubungan dengan melukai diri adalah bahwa ia cenderung menjadi perilaku kecanduan, kebiasaan yang sulit untuk memecahkan bahkan ketika individu ingin berhenti. Seperti kecanduan lain, kualifikasi profesional membantu kami hampir selalu diperlukan. Penting untuk menemukan terapis yang memahami perilaku ini dan tidak marah atau muak dengan hal itu. Beberapa sumber daya online di bawah ini menawarkan link untuk rujukan ke terapis berpengalaman dengan cedera diri. Cognitive-behavioral terapi dapat digunakan untuk membantu orang belajar mengenali dan mengatasi perasaan dalam sehat memicu cara. Karena riwayat pelecehan atau inses mungkin inti dari individu perilaku melukai diri sendiri, post-traumatic stress terapi dapat membantu. Interpersonal terapi juga merupakan pengobatan utama untuk masalah-masalah yang mendasari harga diri yang rendah yang memungkinkan untuk mengembangkan perilaku ini. Hipnosis atau teknik relaksasi diri sendiri sangat membantu dalam mengurangi stres dan ketegangan yang sering mendahului melukai insiden. Terapi kelompok mungkin dapat membantu dalam mengurangi rasa malu diasosiasikan dengan membahayakan diri sendiri, dan dalam mendukung ekspresi emosi yang sehat. Terapi keluarga mungkin berguna, baik dalam menangani setiap sejarah keluarga stres yang berkaitan dengan perilaku, dan juga dalam membantu anggota keluarga belajar untuk berkomunikasi lebih langsung dan non-judgmentally dengan satu sama lain. Dalam beberapa situasi, suatu antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat digunakan untuk mengurangi impulsif awal respons terhadap stres, sementara lainnya strategi mengatasi dikembangkan. Pengobatan baru-baru ini melibatkan pasien rawat

http://id.intelistart.com/self-injury_types_causes_and_treatment73992a.html
@TULISAN



ALL >> Self Improvement >> Motivation
Self-Injury: Jenis, Penyebab dan Pengobatan

Ada potret sederhana seseorang yang dengan sengaja melukai diri sendiri. Perilaku ini tidak dibatasi oleh jenis kelamin, ras, pendidikan, umur, orientasi seksual, sosial-ekonomi, atau agama. Namun, ada beberapa faktor biasa terlihat: Self-cedera lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Banyak injurers diri memiliki sejarah fisik, emosional atau pelecehan seksual. Banyak diri co-injurers memiliki substansi masalah yang ada penyalahgunaan, obsesif-kompulsif (atau kompulsif sendiri), atau gangguan makan. Melukai diri individu sering dibesarkan dalam keluarga yang berkecil ekspresi kemarahan, dan cenderung kurang keterampilan untuk mengekspresikan emosi mereka. Injurers diri sering kali kekurangan suatu jaringan dukungan sosial yang baik. Apa jenis cedera diri? Cara yang paling umum bahwa orang-orang melukai diri sendiri adalah: pemotongan terbakar (atau "branding" dengan benda panas) sambil di kulit atau luka pembukaan kembali rambut-menarik (trikotilomania) memukul (dengan palu atau benda lain) tulang-head-banging melanggar (lebih sering terlihat di autistik, sangat terbelakang atau psikotik orang) beberapa menusuk atau beberapa tattooing Sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan telah sengaja menciptakan tanda-tanda pada tubuh untuk tujuan budaya atau agama. Beberapa remaja, khususnya jika mereka dengan kelompok terlibat dalam praktik seperti itu, dapat melihat ini sebagai ritual atau ritus perjalanan ke dalam kelompok. Namun, di balik percobaan pertama dalam perilaku seperti itu, lanjut membahayakan tubuh melecehkan diri sendiri. Sebagian besar remaja melukai diri bertindak sendiri, tidak dalam kelompok, dan menyembunyikan perilaku mereka. Ada juga beberapa jenis yang lebih ekstrem melukai diri sendiri, seperti pengebirian atau amputasi, yang langka dan berkaitan dengan psikosis. Bagaimana cara melukai diri menjadi candu? Seseorang yang menjadi kebiasaan injurer diri biasanya mengikuti suatu kemajuan umum: insiden pertama mungkin terjadi secara kebetulan, atau setelah melihat atau mendengar orang lain yang terlibat dalam cedera diri orang memiliki perasaan yang kuat seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, atau ketakutan sebelum acara melukai perasaan ini membangun, dan orang tidak memiliki cara untuk mengekspresikan atau alamat mereka secara langsung memotong atau melukai diri memberikan rasa lega, pelepasan ketegangan pemasangan perasaan bersalah dan rasa malu biasanya mengikuti acara orang yang menyembunyikan alat-alat yang digunakan untuk melukai, dan menutupi bukti, sering dengan mengenakan lengan panjang waktu berikutnya perasaan kuat yang serupa muncul, orang telah "dikondisikan" untuk mencari bantuan dengan cara yang sama perasaan malu terus paradoks mengarah pada perilaku merugikan diri orang yang merasa terdorong untuk mengulangi merugikan diri sendiri, yang kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi dan tingkat Mengapa orang terlibat dalam cedera diri? Meskipun ada kemungkinan bahwa seorang cedera akibat perbuatan sendiri dapat mengakibatkan kerusakan yang mengancam jiwa, tidak cedera diri perilaku bunuh diri. Meskipun orang mungkin tidak mengenali sambungan, SI biasanya terjadi ketika menghadapi apa yang tampak seperti berlebihan atau perasaan tertekan. Alasan memberikan injurers diri untuk perilaku ini berbeda-beda: melukai diri sementara mengurangi perasaan yang kuat, tekanan atau kecemasan melukai diri memberikan rasa menjadi nyata, karena hidup - merasa sesuatu yang melukai diri sendiri adalah cara untuk mewujudkan rasa sakit internal emosional - untuk merasakan sakit di luar daripada di dalam diri - cedera adalah cara untuk mengontrol dan mengelola rasa sakit - tidak seperti rasa sakit yang dialami melalui fisik atau pelecehan seksual melukai diri adalah cara untuk memecahkan mati rasa emosional (anestesi diri yang memungkinkan seseorang untuk memotong tanpa merasakan sakit) pelecehan diri-menenangkan diri perilaku untuk seseorang yang tidak memiliki cara lain untuk menenangkan emosi intens membenci diri sendiri - beberapa injurers diri yang menghukum diri sendiri untuk memiliki perasaan yang kuat (yang mereka biasanya tidak diperbolehkan mengungkapkan sebagai anak-anak), atau perasaan bahwa entah bagaimana mereka yang buruk dan tidak layak (hasil dari penyalahgunaan dan keyakinan bahwa itu pantas) melukai diri diikuti dengan merawat luka-luka adalah sebuah cara untuk mengungkapkan perawatan diri, untuk menyenangkan diri, bagi orang yang tidak pernah belajar bagaimanamelakukan hal itu dalam cara yang lebih langsung dapat merugikan diri sendiri cara untuk menarik perhatian pada perlunya bantuan, untuk meminta bantuan dalam cara yang kadang-kadang tidak langsung melukai diri adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang lain - untuk memanipulasi mereka, membuat mereka merasa bersalah atau buruk, membuat mereka peduli, atau membuat mereka pergi Apa hubungan antara cedera diri dan bunuh diri? Melukai diri tidak perilaku bunuh diri. Bahkan, mungkin cara untuk mengurangi ketegangan itu, meninggalkan tanpa pengawasan, akan mengakibatkan usaha bunuh diri yang sebenarnya. Melukai diri adalah cara terbaik untuk mengetahui individu kesungguhan diri. Mungkin mewakili usaha terbaik orang telah menciptakan sedikit kerusakan. Namun, cedera diri sangat terkait dengan rasa miskin harga diri, dan seiring waktu, perasaan tertekan yang dapat berkembang menjadi usaha bunuh diri. Dan kadang-kadang dapat merugikan diri sengaja pergi lebih jauh daripada dimaksudkan, dan mengancam hidup dapat mengakibatkan cedera. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu seorang teman atau anggota keluarga yang self-injurer? Sangat sulit untuk menyadari bahwa seseorang yang Anda pedulikan secara fisik melukai dirinya sendiri. Kekhawatiran Anda boleh keluar frustrasi dan bahkan komentar yang dapat mendorong orang lebih jauh. Beberapa hal yang mungkin bisa membantu adalah: mengerti bahwa perilaku merugikan diri sendiri adalah suatu usaha untuk mempertahankan kontrol tertentu, dan bahwa hal itu adalah cara menenangkan diri biarkan ia tahu bahwa Anda peduli dan bahwa Anda akan mendengarkan ekspresi mendorong emosi, termasuk kemarahan menghabiskan waktu melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama menawarkan untuk membantu menemukan terapis atau kelompok pendukung tidak katakan kepada orang untuk menghentikan perilaku atau membuat komentar menghakimi - orang yang merasa tidak berharga dan tidak berdaya bahkan lebih cenderung melukai diri sendiri jika Anda adalah orang tua melukai diri sendiri anak, mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan keluarga Anda dengan ekspresi perasaan, karena ini adalah faktor umum dalam melukai diri - ini bukan soal salah-menyalahkan, tetapi tentang proses belajar yang akan membantu seluruh keluarga Bagaimana melukai diri orang berhenti perilaku ini? Self-cedera adalah sebuah perilaku yang menjadi kompulsif dan adiktif. Seperti kecanduan lainnya, meskipun orang lain menganggap orang itu harus berhenti, sebagian besar pecandu mengalami kesulitan hanya mengatakan tidak untuk perilaku mereka - bahkan ketika menyadari hal itu tidak sehat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu diri Anda sendiri: mengakui bahwa MEMANG ini masalah, yang Anda merugikan di dalam, dan bahwa Anda memerlukan bantuan profesional untuk berhenti melukai diri Anda sendiri. menyadari bahwa ini bukan tentang menjadi buruk atau bodoh - ini adalah tentang menyadari bahwa suatu perilaku yang entah bagaimana membantu Anda menangani perasaan-perasaan Anda telah menjadi sebagai masalah besar sebagai orang itu berusaha untuk menyelesaikan di tempat pertama. menemukan satu orang yang Anda percayai - mungkin seorang teman, guru, menteri, konselor, atau relatif - dan mengatakan bahwa Anda perlu berbicara tentang sesuatu yang serius yang mengganggu Anda. mendapatkan bantuan dalam mengidentifikasi apa yang "memicu" merugikan diri Anda perilaku dan meminta bantuan dalam mengembangkan cara-cara untuk menghindari atau alamat salah satu pemicu mereka mengakui bahwa cedera diri adalah suatu usaha untuk kesungguhan diri, dan bahwa Anda perlu untuk mengembangkan yang lain, cara yang lebih baik dan kesungguhan untuk menenangkan diri mencoba beberapa kegiatan pengganti ketika Anda merasa seperti menyakiti diri sendiri - ada beberapa contoh di sini, dan banyak lagi yang dapat ditemukan secara online (link yang disediakan di bawah ini): jika pemotongan adalah cara untuk berurusan dengan kemarahan yang tidak bisa mengungkapkan secara terbuka, cobalah mengambil perasaan itu keluar pada sesuatu yang lain - berlari, menari cepat, berteriak, meninju bantal, melemparkan sesuatu, merobek sesuatu kecuali jika pemotongan adalah cara untuk merasakan sesuatu ketika Anda merasa mati rasa di dalamnya, cobalah memegang es atau paket makanan beku, mengambil sangat panas atau sangat dingin mandi, mengunyah sesuatu dengan rasa yang sangat kuat (seperti cabai, jahe mentah, atau kulit jeruk), atau gertakan karet band keras di pergelangan tangan Anda jika pemotongan adalah cara untuk menenangkan diri Anda, cobalah mengambil bubble bath, melakukan pernapasan dalam, menulis dalam sebuah jurnal, menggambar, atau melakukan pemotongan melibatkan yoga jika Anda harus melihat darah, cobalah menggambar garis tinta merah di mana Anda biasanya akan memotong diri sendiri, dalam kombinasi dengan saran lain di atas Bagaimana melukai diri dirawat? Salah satu bahaya berhubungan dengan melukai diri adalah bahwa ia cenderung menjadi perilaku kecanduan, kebiasaan yang sulit untuk memecahkan bahkan ketika individu ingin berhenti. Seperti kecanduan lain, kualifikasi profesional membantu kami hampir selalu diperlukan. Penting untuk menemukan terapis yang memahami perilaku ini dan tidak marah atau muak dengan hal itu. Beberapa sumber daya online di bawah ini menawarkan link untuk rujukan ke terapis berpengalaman dengan cedera diri. Cognitive-behavioral terapi dapat digunakan untuk membantu orang belajar mengenali dan mengatasi perasaan dalam sehat memicu cara. Karena riwayat pelecehan atau inses mungkin inti dari individu perilaku melukai diri sendiri, post-traumatic stress terapi dapat membantu. Interpersonal terapi juga merupakan pengobatan utama untuk masalah-masalah yang mendasari harga diri yang rendah yang memungkinkan untuk mengembangkan perilaku ini. Hipnosis atau teknik relaksasi diri sendiri sangat membantu dalam mengurangi stres dan ketegangan yang sering mendahului melukai insiden. Terapi kelompok mungkin dapat membantu dalam mengurangi rasa malu diasosiasikan dengan membahayakan diri sendiri, dan dalam mendukung ekspresi emosi yang sehat. Terapi keluarga mungkin berguna, baik dalam menangani setiap sejarah keluarga stres yang berkaitan dengan perilaku, dan juga dalam membantu anggota keluarga belajar untuk berkomunikasi lebih langsung dan non-judgmentally dengan satu sama lain. Dalam beberapa situasi, suatu antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat digunakan untuk mengurangi impulsif awal respons terhadap stres, sementara lainnya strategi mengatasi dikembangkan. Pengobatan baru-baru ini melibatkan pasien rawat

http://id.intelistart.com/self-injury_types_causes_and_treatment73992a.html

GANGGUAN FISIK DAN PSIKIATRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TIMBULNYA KESULITAN BELAJAR PADA ANAK

I. GANGGUAN FISIK

Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ pendengaran atau organ penglihatan, misalnya oleh karena adanya infeksi baik langsung maupun tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan konduksi listrik ( epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll. Semua ini dapat yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan psikiatrik, di antaranya ialah kesulitan belajar.

II. GANGGUAN PSIKIATRIK

v Retardasi Mental Kondisi ini ditandai oleh tingkat kecerdasan anak yang berada di bawah rata-rata. Anak akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana anak seusianya, seperti mengurus dirinya sendiri, melakukan pekerjaan rumah atau berinteraksi dengan lingkungannya. o Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas. Ciri utama dari gangguan ini adalah kesulitan anak untuk memusatkan perhatian-nya yang timbul pada lebih dari satu situasi, misalnya di rumah, di sekolah dan di dalam kendaraan, dll, dapat disertai atau tidak disertai dengan hiperaktivitas. Gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan fungsi inhibisi perilaku dan kontrol diri. Anak tidak mampu untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan tertentu, dan merencanakan tujuan dari pekerjaan tersebut. Ia tidak mampu menyusun langkah-langkah dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia akan mengalami kesulitan dalam menyimak pelajaran yang diberikan gurunya, dan akhirnya ia tidak mengerti apa yang diterangkan oleh gurunya itu. Gangguan Tingkah Laku Pada anak yang mengalami gangguan ini seringkali dikatakan sebagai anak nakal, sulit diatur, suka melawan, sering membolos dan berperilaku antisosial, dll. Anak dengan Gangguan Tingkah Laku ini seringkali mempunyai prestasi akademik di bawah taraf yang diperkirakan. Kesulitan belajar yang terjadi dikarenakan anak sering membolos, malas, motivasi belajar yang kurang, kurang disiplin, dll.

v Gangguan Depresi Seorang anak yang mengalami Gangguan Depresi akan menunjukkan gejala- gejala seperti :

• Perasaan sedih yang berkepanjangan

• Suka menyendiri

• Sering melamun di dalam kelas/di rumah

• Kurang nafsu makan atau makan berlebihan

• Sulit tidur atau tidur berlebihan

• Merasa lelah, lesu atau kurang bertenaga

• Merasa rendah diri

• Sulit konsentrasi dan sulit mengambil keputusan

• Merasa putus asa

• Gairah belajar berkurang

• Tidak ada inisiatif, hipo/hiperaktivitas Anak dengan gejala-gejala depresi akan memperlihatkan kreativitas, inisiatif dan motivasi belajar yang menurun, dengan demikian akan menimbulkan kesulitan belajar sehingga membuat prestasi belajar anak menurun hari demi hari.

http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/5531

Gangguan Makan

Banyak anak terutama remaja sangat memperhatikan bagaimana bentuk tubuh mereka dan khawatir mengenainya. Hal ini terutama saat mereka memasuki pubertas dan mengalami perubahan fisik dan tekanan sosial dari relasi pertemanan.

Pada saat anak beranjak remaja, kekhawatiran ini dapat berkembang menjadi obsesi yang bisa mengakibatkan gangguan makan. Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa menyebabkan perubahan berat badan yang bermakna, mengganggu kehidupan sehari-hari dan merusak fungsi tubuh.

Orang tua dapat membantu mencegah hal ini dengan membimbing rasa percaya diri anak dan mendorong perilaku sehat seputar makanan dan penampilan

Gangguan Makan

Gangguan makan melibatkan perasaan dan pikiran negatif mengenai berat badan, makanan dan pola makan yang mengganggu aktifitas sehari-hari dan fungsi tubuh.

Seseorang dengan anoreksia memiliki ketakutan berlebihan akan kenaikan berat badan dan memiliki pandangan yang menyimpang mengenai bentuk dan ukuran badan. Mereka berusaha menjaga berat badan sangat rendah. Beberapa membatasi asupan makanan dengan diet, puasa atau olahraga berlebihan. Mereka jarang makan dan berusaha sesedikit mungkin mengkonsumsi kalori.

Bulimia ditandai dengan makan berlebihan kemudian secara berlebihan mengeluarkannya. Seseorang dengan bulimia dapat mengalami perubahan berat badan namun jarang mengalami berat badan rendah seperti anoreksia. Kedua gangguan ini dapat melibatkan olahraga yang berlebihan atau mengeluarkan makanan yang sudah dimakan dengan merangsang muntah atau menggunakan pencahar.

Seseorang dengan anoreksia umumnya sangat kurus dan berat badan rendah sementara seseorang dengan bulimia dapat memiliki berat badan normal atau berlebih.

Harap diingat bahwa gangguan makan merupakan kebiasaan yang sulit untuk diubah dan sulit dikontrol. Untuk itu gangguan makan merupakan masalah yang serius dan membutuhkan bantuan dokter, terapis dan ahli fizi.

Penyebab gangguan makan

Penyebab dari gangguan makan belumlah jelas, kemungkinan keterlibatan dari kombinasi psikologis, genetik, sosial dan faktor keluarga.

Untuk anak dengan gangguan makan terdapat perbedaan besar antara cara mereka melihat diri mereka dan bentuk tubuh mereka sebenarnya. Seseorang dengan anoreksia atau bulimia memiliki ketakutan akan kenaikan berat badan atau menjadi gendut dan seringkali berpikir mereka terlihat lebih besar daripada bentuk tubuh mereka sebenarnya. Beberapa olahraga seperti pemandu sorak, senam, gulat, skating dapat menempatkan anak pada risiko gangguan makan.

Beberapa penelitian menduga citra media turut berkontribusi meningkatkan kejadian gangguan makan. Selebritis di film, televisi dan iklan sangat kurus dan dapat mengarahkan para remaja perempuan untuk berpikir bahwa kecantikan yang ideal adalah yang sangat kurus. Laki-laki dapat melihat, menangkap pesan media dengan secara drastis membatasi makan mereka dan berolahraga berlebih untuk membentuk otot tubuh.

Akibat dari gangguan makan

Gangguan makan dapat merupakan akibat dari berbagai gangguan mental dan perilaku. Gangguan makan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti dehidrasi atau gangguan jantung dan ginjal. Pada kasus yang sangat berat, gangguan makan dapat mengakibatkan malnutrisi berat dan bahkan kematian.

Anoreksia menyebabkan tubuh kelaparan dan kekurangan nutrisi mempengaruhi tubuh :
Penurunan tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi napas
Kerontokan rambut dan kuku pecah
Tidak mendapat haid
Lanugo; rambut tipis yang tumbuh diseluruh kulit
Tidak dapat berkonsentrasi dan perasaan melayang
Anemia
Pembengkakan sendi
Tulang rapuh

Muntah yang dilakukan terus-menerus dan kekurangan nutrisi pada bulimia dapat menyebabkan :
Nyeri lambung
Kerusakan lambung dan ginjal
Kerusakan gigi (paparan terhadap asam lambung)
Tidak mendapat haid
Kekurangan elektrolit; kalium (dapat menyebabkan gangguan jantung)
“chipmunk cheeks”

Tanda Bahaya

Sementara banyak anak, terutama perempuan, khawatir akan dirinya, membandingkan dengan orang lain dan berbicara mengenai diet maka hal ini bukan berarti mereka mengalami gangguan makan. Anak dengan gangguan makan menunjukkan banyak perilaku yang tidak normal dan tanda-tanda fisik.

Seseorang dengan anoreksia dapat :
Menjadi sangat kurus
Terobsesi dengan makanan dan kontrol berat badan
Berulang-ulang menimbang berat badannya
Sangat hati-hati menghitung porsi makannya
Hanya makan makanan tertentu, menghindari makanan seperti daging, prodok susu
Berolahraga berlebihan
Merasa gemuk
Menarik diri dari aktifitas sosial, terutama jamuan makan dan perayaan yang melibatkan makanan
Depresi, lemas
http://milissehat.web.id/?p=413

Gangguan Belajar (Disgrafia)

MEMBANTU ANAK DISGRAFIA

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak dengan gangguan ini. Di antaranya:

1. Pahami keadaan anak

Sebaiknya pihak orang tua, guru, atau pendamping memahami kesulitan dan keterbatasan yang dimiliki anak disgrafia. Berusahalah untuk tidak membandingkan anak seperti itu dengan anak-anak lainnya. Sikap itu hanya akan membuat kedua belah pihak, baik orang tua/guru maupun anak merasa frustrasi dan stres. Jika memungkinkan, berikan tugas-tugas menulis yang singkat saja. Atau bisa juga orang tua meminta kebijakan dari pihak sekolah untuk memberikan tes kepada anak dengan gangguan ini secara lisan, bukan tulisan.

2. Menyajikan tulisan cetak

Berikan kesempatan dan kemungkinan kepada anak disgrafia untuk belajar menuangkan ide dan konsepnya dengan menggunakan komputer atau mesin tik. Ajari dia untuk menggunakan alat-alat agar dapat mengatasi hambatannya. Dengan menggunakan komputer, anak bisa memanfaatkan sarana korektor ejaan agar ia mengetahui kesalahannya.

3. Membangun rasa percaya diri anak

Berikan pujian wajar pada setiap usaha yang dilakukan anak. Jangan sekali-kali menyepelekan atau melecehkan karena hal itu akan membuatnya merasa rendah diri dan frustrasi. Kesabaran orang tua dan guru akan membuat anak tenang dan sabar terhadap dirinya dan terhadap usaha yang sedang dilakukannya.

4. Latih anak untuk terus menulis

Libatkan anak secara bertahap, pilih strategi yang sesuai dengan tingkat kesulitannya untuk mengerjakan tugas menulis. Berikan tugas yang menarik dan memang diminatinya, seperti menulis surat untuk teman, menulis pada selembar kartu pos, menulis pesan untuk orang tua, dan sebagainya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan menulis anak disgrafia dan membantunya menuangkan konsep abstrak tentang huruf dan kata dalam bentuk tulisan konkret.

http://www.tabloid-nakita.com/Panduan/panduan05233-02.htm